Pilkada Bontang
Nasib Pasar Seng Bontang di Mata Calon Walikota, Basri Rase Minta Ditata, Neni Sebut Ilegal
Nasib keberlangsungan Pasar Seng yang terletak di Tanjung Limau Bontang sampai saat ini belum jelas. Secara legalitas Pasar Seng dapat dikatakan ileg
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Nasib keberlangsungan Pasar Seng yang terletak di Tanjung Limau Bontang sampai saat ini belum jelas.
Secara legalitas Pasar Seng dapat dikatakan ilegal, lantaran tak masuk 3 pasar resmi di bawah naungan Pemerintah Kota Bontang.
Kendati demikian, keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di sana tak bisa dielakkan.
"Ya, memang setiap hari beli di sini. Jauh kalau harus ke Pasar Rawa Indah, apalagi Telihan atau Loktuan," kata perempuan paruh baya yang enggan namanya disebut itu, Selasa (10/11/2020).
Untuk diketahui, pasar tradisional yang resmi di nawah naungan pemerintah, di antaranya Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Citra Mas Loktuan, dan Pasar Taman Telihan.
Calon Walikota Bontang Nomor Urut 01, Basri Rase mengatakan keberadaan Pasar Seng harus tetap ditata.
Kemudian diberi kejelasan tentang status pasar.
“Harus dilakukan penataan, kita akan bimbing dan bina mereka, jika memang ilegal menjadi legal, agar bisa mendatangkan PAD,” katanya.
Sementara calon walikota nomor urut 02, Neni Moerniaeni menyebutkan keberadaan Pasar Seng memang ilegal sampai saat ini.
Bahkan beberapa kali anggota DPRD Bontang bersurat ke Pemkot terkait masalah pasar seng.
Baca juga: LOWONGAN KERJA PT Angkasa Pura Supports Buka Lowongan Bagi Lulusan SMA/SMK, Cek Syaratnya
Baca juga: Anggota DRPD Kaltim Belum Bisa Bertemu, Lantaran 2 Mahasiswa dalam Kondisi Reaktif Usai Rapid Test
Baca juga: UPDATE LIVE Habib Rizieq Shihab Pulang ke Indonesia, Live Streaming Front TV dari Petamburan
"Pasar Seng yang di Tanjung Limau ilegal. Sanitasinya sangat tercemar, DPRD telah menyurati Walikota agar lakukan tindakan tegas," tuturnya.
Neni Moerniaeni pun juga menyoroti persoalan parkir liar, kemudian kebersihan Pasar Seng yang jauh dari kata layak.
“Soal parkir jangan liar, pasar harus bersih dan nyaman. Kami pernah terapkan e-parkir tapi kemudian terhenti karena masyarakat belum siap akan hal itu,” tuturnya.
(TribunKaltim.co/Muhammad Fachri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-pasar-seng-tanjung-limau-bontang.jpg)