Sabtu, 16 Mei 2026

Sri Sultan HB X Ingatkan Warga Pengungsi Gunung Merapi Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X berpesan kepada warga untuk memperhatikan protokol kesehatan selama berada di tempat pengungsian.

Tayang:
Editor: Mathias Masan Ola
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai melihat barak pengungsian Glagaharjo dan kondisi warga di pengungsian.(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA) 

TRIBUNKALTIM.CO, YOGYAKARTA - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X berpesan kepada warga untuk memperhatikan protokol kesehatan selama berada di tempat pengungsian.

“Di samping antisipasi Gunung Merapi juga harus jaga Covid-19 (protokol kesehatan). Protokolnya dipenuhi kita sudah dialog di sana,” ucap Sultan usai apel kesiapsiagaan menghadapi bencana, di Mako Satbrimob Polda DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (11/11/2020).

Dikatakan Sultan, setelah apel kesiapsiagaan akan dilakukan koordinasi dan konsolidasi untuk dilakukan pembagian tugas dan kesatuan.

“Nanti ada konsolidasi koordinasi nanti satuannya akan membagi seperti dulu, kita sudah tahu lah pengalaman 4 tahun sekali ngeposnya di mana,” kata Sultan.

Baca juga: Tekan Pandemi, Pjs Walikota Bontang Ngebet Terapkan Jam Malam, Tinggal Tunggu Respon Kemendagri

Baca juga: Komisi II DPRD PPU Soroti Pembelajaran Online, Banyak Guru Hanya Beri Tugas ke Siswa

Menurut dia, saat ini mitigasi bencana di lereng Gunung Merapi lebih mudah lantaran para penduduk sudah dibangunkan rumah dengan jarak lebih dari 5 kilometer dari Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Namun, masyarakat diminta tetap waspada meski sudah berjarak lebih dari 5 kilometer dari KRB.

“KRB-nya hanya 5 kilometer, kita bangunkan rumah-rumah yang hancur dulu di 8 kilometer jadi relatif ya kan kasarannya enggak ngungsi juga gapapa gitu lho.

Tapi kita kan belum tahu apakah saat meletus lava hanya di lima kilo, kita kan tidak tahu tergantung perkembangan kawah tambahnya berapa sentimeter,” jelas Sultan.

Dikatakan Sultan, sampai saat ini belum terlihat kenaikan lava di puncak Merapi.

Hal tersebut dikarenakan tekanan dari gas di dalam Gunung Merapi untuk mendorong lava belum terlalu kuat.

“Berarti gasnya ini kan ya belum maksimal kemarin kan keluar gasnya jadi ya rada gembos semoga gembos. Tapi kan kita tidak bisa memperkirakan,” imbuh Sultan.

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Kembali Cair, Ribuan Warga Balikpapan Antre Sejak Pagi di Balai Kota

Baca juga: Kesaksian Jurnalis BBC di Gedung Putih, Menjelang Donald Trump Dinyatakan Kalah dalam Pilpres AS

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved