Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Respons Politikus PDIP soal Jokowi akan Keliling Indonesia pada Juni 2026

Rencana Jokowi untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia pada Juni 2026 mulai menjadi perhatian publik

Tayang:
KOMPAS.com/Labib Zamani
JOKOWI KELILING RI - Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/9/2025). Respons politikus PDIP soal rencana Jokowi akan keliling Indonesia Juni 2026 (KOMPAS.com/Labib Zamani) 

Ringkasan Berita:
  • Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai rencana Jokowi keliling Indonesia pada Juni 2026 dipandang banyak pihak sebagai “genderang kompetisi” politik
  • Agenda Jokowi disebut disiapkan oleh Projo dan PSI, sehingga kunjungan tersebut dinilai publik sebagai bagian dari konsolidasi partai dan perebutan suara politik
  • Hendrawan menyebut pengaruh Jokowi masih besar, tetapi literasi politik masyarakat yang semakin meningkat membuat publik kini lebih objektif dalam menilai figur politik.

TRIBUNKALTIM.CO - Rencana Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia pada Juni 2026 mulai menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir politik.

Agenda tersebut bahkan dinilai sebagian pihak bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari dinamika politik nasional menjelang kontestasi politik berikutnya.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, menilai banyak pihak melihat rencana Jokowi berkeliling Indonesia sebagai sinyal dimulainya persaingan politik atau yang ia sebut sebagai “genderang kompetisi”.

Pernyataan itu disampaikan Hendrawan saat berbincang dengan Kompas.com pada Jumat, 15 Mei 2026.

Baca juga: Isi Buku Ijazah Jokowi Tidak Ada Karya Bonatua Silalahi

“Banyak yang melihat ini sebagai genderang kompetisi,” ujar Hendrawan.

Pernyataan tersebut muncul setelah kelompok relawan Pro Jokowi atau Projo mengungkapkan bahwa Jokowi dijadwalkan melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Indonesia mulai Juni 2026.

Tak hanya Projo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menyatakan bahwa pihaknya ikut menyiapkan agenda Jokowi keliling Indonesia.

Situasi itu membuat publik mulai mengaitkan aktivitas mantan kepala negara tersebut dengan arah politik nasional ke depan.

Hendrawan menilai upaya mengaitkan diri dengan sosok tokoh besar adalah strategi psikologis yang wajar dalam kontestasi.

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari fakta bahwa Jokowi selama dua periode kepemimpinannya mendapat dukungan dari banyak partai politik dan memiliki basis pendukung yang luas di masyarakat.

Karena itu, ketika ada kelompok politik atau organisasi tertentu yang mengaitkan diri dengan Jokowi, langkah tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam dunia politik.

“Sejauh yang saya tahu, klaim mengklaim dalam politik, itu hal yang biasa saja. Secara psikologis itu bisa menumbuhkan rasa percaya dan kesanggupan diri,” kata Hendrawan.

Istilah “klaim mengklaim” dalam konteks politik merujuk pada upaya sejumlah kelompok atau partai untuk menunjukkan kedekatan dengan tokoh tertentu demi memperoleh legitimasi atau dukungan publik.

Fenomena semacam itu lazim terjadi dalam dinamika politik Indonesia, terutama ketika tokoh yang dikaitkan masih memiliki tingkat popularitas tinggi.

Keliling Indonesia Dinilai sebagai Konsolidasi Politik

Hendrawan juga menilai bahwa agenda keliling Indonesia yang dilakukan Jokowi akan memiliki makna berbeda tergantung siapa yang mendampingi dan mengorganisasi kegiatan tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved