Selasa, 5 Mei 2026

Penanganan Covid

Vaksin Corona Pfizer Diyakini Mujarab, Ada Rencana Indonesia akan Membeli, Satgas Angkat Suara

Dunia kini menerima kabar baik terkait ditemukannya vaksin covid-19 Pfizer yang diklaim memiliki efektivitas 90 persen mencegah virus Corona

Tayang:
Editor: Budi Susilo
ist
Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah hingga kini belum bisa memutuskan apakah membeli vaksin covid-19 Pfizer, lantaran banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pengadaannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -- Dunia kini menerima kabar baik terkait ditemukannya vaksin covid-19 Pfizer yang diklaim memiliki efektivitas 90 persen mencegah virus Corona atau covid-19.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia apakah tertarik membeli vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah hingga kini belum bisa memutuskan apakah membeli vaksin covid-19 Pfizer, lantaran banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pengadaannya.

"Masih mempertimbangkan pembelian vaksin Pfizer," kata Wiku saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (11/10/2020).

Baca Juga: Bekerjasama dengan PMI, Polres Kukar Gelar Donor Darah

Baca Juga: Dua Perwakilan KIM Kukar Bakal Ikuti Acara Kemkominfo RI

Baca Juga: Pertamina RU V Balikpapan Kembangkan Program Pemberdayaan Terintegrasi

Baca Juga: Tanggapan Mabes Polri Soal Represif Aparat Kala Tangani Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Samarinda

Wiku pun mengamini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut bahwa vaksin itu disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya dari pengadaan vaksin di dalam negeri.

"Satgas covid-19 bagian Komite. Untuk sekarang belum (beli Pfizer)," tutur dia.

Diketahui seperti yang dilansir NPR, vaksin Pfizer lebih dari 90 persen efektif mencegah Corona atau covid-19, menurut hasil klinis yang dirilis Pfizer pada hari Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Sungai Ampal Balikpapan, Satu Mobil Melayang Masuk ke Lahan Kosong

Baca Juga: Mengenal Profil Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat Terpilih yang Mendampingi Joe Biden 

Baca Juga: 4 Faktor Kunci di Balik Tumbangnya Sang Petahana Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat

Temuan itu berasal dari analisis sementara dari sebuah penelitian yang melibatkan 43.538 sukarelawan, 42% di antaranya memiliki "latar belakang beragam".

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved