Selasa, 5 Mei 2026

Cegah Kebocoran di Sektor Parkir, Bapenda Samarinda Dukung Penerapan E-Parking

Pencanangan E-Parking bagi para juru parkir di Kota Samarinda bakal diterapkan pada 2021 mendatang. Sebagaimana yang telah disosialisasikan oleh Dina

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan |
TRIBUN KALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Hermanus Barus berharap dengan akan diterapkannya E-Parking, maka ada peningkatan PAD yang signifikan dari sektor parkir. TRIBUN KALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pencanangan E-Parking bagi para juru parkir di Kota Samarinda bakal diterapkan pada 2021 mendatang.

Sebagaimana yang telah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda pada Selasa 3 Oktober 2020 lalu, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Pencanangan tersebut mendapat respons dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Hermanus Barus.

Ia mengemukakan bahwa dengan adanya modernisasi, dirinya sangat mendukung.

Dia berharap dengan akan diterapkannya E-Parking tersebut ada peningkatan PAD yang signifikan dari sektor parkir.

"Kalau ada modernisasi sangat kita dukung. Mudah - mudahan ada peningkatan yang signifikan dari sektor parkir," ujarnya Selasa (17/11/2020).

Disinggung terkait dengan kebocoran retribusi dari sektor parkir, sebagaimana yang telah disampaikan Dishub Samarinda, pada tahun 2019 ditargetkan bisa menyumbang PAD Rp. 2,107 Miliar, namun hanya bisa menyumbang Rp 1,87 miliar,

Mendengar hal tersebut, ia menyebutkan dengan adanya E-Parking nantinya bisa meminimalisir kebocoran yang ada.

"Ya mudah-mudahan, kita sangat berharap dapat meminimalisir kebocoran yang ada," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Hari Prabowo berdasarkan hasil dari evaluasi semua dan juga atensi dari DPRD Samarinda terhadap parkir jalanan yang dikelola Dishub Samarinda, ternyata dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih bisa dilakukan penggalian potensi lagi.

Dan banyaknya dugaan terhadap kebocoran PAD dari sektor parkir, baik dari paling bawah Juru parkir.

"Tetapi pemerintah kota berencana melakukan pemungutan retribusi dengan menggunakan tekhnologi yaitu dengan menggunakan E-Parking, sebagai pengganti karcis tetapi datanya sangat akurat," ungkapnya, Selasa (3/10/2020).

Penerapan E-Parking tersebut akan dilakukan pada 2021 mendatang.

"Rencanannya tahun 2021 sudah kita terapkan, cuma bulannya kapan, mudah-mudahan pada Triwulan kedua sudah bisa terlaksana," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dengan adanya E-Parking diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor parkir, bisa meningkat 100 persen pada tahun 2022.

Perihal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Hari Prabowo.

Penyampaian tersebut, bukan tanpa tanpa alasan, yaitu didasari dengan adanya pencanangan E-Parking yang baru saja disosialisasikan Dishub Samarinda kepada juru parkir di jalan Panglima Batur Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (3/10/2020).

Dibeberkannya bahwa pada tahun sebelumnya atau pada tahun 2019 dari sektor parkir menyumbang PAD Rp. 1,87 miliar, dari target Rp 2,107 miliar.

"Jadi sebenarnya potensi pendapatan masih banyak bisa digali lebih dalam lagi. Memang banyak hal tapi kendala- kendala sudah kami sampaikan ke Dewan," ujarnya saat diwawancarai TribunKaltim.co, Selasa (3/10/2020).

"Banyak hal untuk bisa meningkatkan, tapi tentu saja ada konsekuensi yang perlu dipenuhi," sambungnya.

Adapun untuk tahun mendatang atau tahun 2022, dirinya mengungkapkan mana kala edukasi sistem E-Parking ke Juru parkir dan masyarakat sudah mencapai 60 - 70 persen.

Dengan alat ini dan didukung oleh semua stakeholder masyarakat dan juru parkir, mudah-mudahan katanya 100 persen peningkatan bisa tercapai.

Baca juga: 2 Kapolda Dicopot Usai Acara Habib Rizieq, Fahri Hamzah : Negara Nggak Boleh Kaget dan Salah Tingkah

Baca juga: Tetap Semangat Berlatih di Rumah, Pemprov Beri Bantuan APD dan Nutrisi untuk Atlet Kubar

Baca juga: Kluster SIS BMO Sumbang 30 Kasus Baru Positif Covid-19 di Berau pada Senin 16 November

"Misalnya awalnya target Rp 2,107 miliar bisa menembus Rp 4,5 miliar atau Rp 5 miliar, harapannya begitu, iya itu target," ungkapnya.

Sedangkan untuk tahun depan 2021, diakuinya, bakal terus melakukan sosialisasi terkait sistem E-Parking.

"Tapi harapannya, target PAD bisa lebih dari yang kita capai pada tahun ini," ucapnya.

(TribunKaltim.co/Muhammad Riduan)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved