Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Berau Masuk Zona Merah, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mendadak Kumpulkan Perusahaan hingga Para Lurah

lonjakan tiba-tiba terjadi, awalnya satu pasien dari perusahaah hingga totalnya saat ini 53. Tentu harus kita sikapi serius

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB BERAU
EVALUASI - Pjs Bupati Berau M Ramadhan memimpin pertemuan bersama Forkopimda, jajaran OPD dan perusahaan terkait evaluasi penanganan covid-19 di Kabupaten Berau. Kabupaten Berau kini masuk zona merah. 

TANJUNG REDEB – Tim Gugus Tugas Penangulangan Covid-19 langsung melakukan rapat evaluasi untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam waktu dekat ini. Hal ini dilakukan setelah Kabupaten Berau kembali masuk dalam zona merah. Usai mengalami penambahan pasien positif covid-19 sebanyak 31 dari pekerja perusahaan pertambangan.

Rapat dipimpin langsung oleh Pjs Bupati Berau, M Ramadhan didampinggi Forkopimda. Rapat juga dihadiri oleh perwakilan perusahaan, perbankan, camat dan lurah.

Dalam rapat tersebut, Pjs Bupati Ramadhan menegaskan agar kebijakan dan aturan yang telah ditetapkan saat ini bisa ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang tepat. Sehingga diharapkan penyebaran covid-19 ini bisa diatasi.

“Tren ini menjadi keprihatinan kita bersama. Perlu ada langkah untuk mengisolir penyebaran ini. Kita tidak bisa sendiri, harus ada dukungan dari masyarakat juga,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa masing-masing masyarakat harus tetap disiplin terhadap dirinya untuk menjaga kesehatan. Dengan penambahan yang sangat banyak ini membuat kewaspadaan harus semakin ditingkatkan.

“Beberapa upaya juga telah kita lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama. Seperti minggu lalu dengan pembangian masker di pasar. Sosialisasi 4M juga terus dilakukan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Upaya sudah kita lakukan tinggal kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyampaikan, sebelumnya posisi Berau telah masuk dalam zona kuning. Dengan jumlah pasien yang dirawat tinggal 23. Sebagian besar pasien ini merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah atau kasus impor.

“Kemudian lonjakan tiba-tiba terjadi, yang awalnya satu pasien dari perusahaah hingga totalnya saat ini 53. Tentu ini harus kita sikapi bersama secara serius,” tandasnya. (advertorial/hms5)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved