Mendikbud Sebut Sekolah Bakal Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Komisi IV DPRD Kaltim Ingatkan Prokes

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim mengatakan memperbolehkan seluruh daerah melakukan pembelajaran tatap muka.

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh mengapresiasi keputusan yang dilakukan Mendikbud Nadiem Makarim yang berencana untuk memulai pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim mengatakan memperbolehkan seluruh daerah melakukan pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut mendapat respons oleh Komisi IV DPRD Kaltim.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Fitri Maisyaroh, Senin (23/11/2020) mengapresiasi keputusan yang dilakukan Mendikbud tersebut.

Namun hal itu perlu pengawasan tiap pemerintah dalam mengaplikasikan hal tersebut.

Salah satunya pengawasan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah yang ada.

Jika tidak sesuai maka kemungkinan terpapar Virus Corona ( covid-19 ) semakin tinggi.

"Tapi ini dengan persyaratan yang super ketat. Dan juga banyak aspek yang harus disiapkan. Sekolah dengan manajemennya apa sudah siap. Protokol kesehatan di sekolah apa sudah siap.

Gurunya sendiri apa sudah siap. Masyarakat juga apa sudah siap. Termasuk di dalamnya orang tua siswa dan siswanya sendiri apa sudah siap," ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan setiap sekolah harus perlahan melakukan kegiatan tatap muka.

Misal selama beberapa pekan dilakukan tatap muka selama dua kali dalam sepekan.

Kemudian sisanya melakukan sistem online.

Selain itu untuk mengurangi jumlah siswa dilakukan shift dengan mengurangi jam pelajaran harian.

Ia juga meminta kepada pemerintah melakukan penyesuaian kurikulum pendidikan.

Ada dua kurikulum yang harus diterapkan para guru yaitu kurikulum normal dan kurikulum pandemi.

"Guru dilatih untuk terampil jalankan dua model kurikulum ini. Jadi kita selalu siap dalam kondisi apa pun. Normal kah atau masih pandemi. Tidak dipaksakan, masih pandemi dipaksa jalan normal kurikulumnya. Selain guru dilatih, orang tua juga di-breafing, diberikan pengarahan dan pemahaman," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved