Selasa, 21 April 2026

Pilkada Balikpapan

Ngetren Media, Pilkada Balikpapan Sebentar Lagi, DKPP Prediksi Ancaman Buzzer Gerilya Minggu Tenang

Namun sebagian besar calon kepala daerah belum bisa memaksimalkan dan melek akan teknologi digital untuk kampanye era pandemi Covid-19.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI
DKPP menggelar acara Ngetren Media (Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu Dengan Media ) di Kota Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pilkada serentak 2020 yang akan digelar pada 9 Desember mendatang hanya tinggal hitungan hari.

Namun sebagian besar calon kepala daerah belum bisa memaksimalkan dan melek akan teknologi digital untuk kampanye era pandemi Covid-19.

Hal ini dipaparkan oleh Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP ) RI, Dr Alfitra Salam dalam acara Ngetren Media di Balikpapan.

Menurutnya, sebagian besar calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada 2020, kurang kreatif memanfaatkan media sosial.

"Berdasarkan survei, dari 270 calon kepala daerah, baru 2% yang bisa memanfaatkan peluang medsos,” katanya.

Baca juga: Terkait Berita Bohong di Media Sosial, Andi Harun Serahkan Bukti Baru ke Polresta Samarinda

Baca juga: NEWS VIDEO Kuasa Hukum Andi Harun Laporkan Akun Media Sosial Perihal Pemberitaan Bohong

Alfitra mengungkapkan, Pilkada serentak 2020 merupakan wujud dari demokrasi minimalis.

Sebab di era pandemi Covid-19, kampanye yang biasa dilakukan dengan melibatkan banyak orang, kini dibatasi hanya 50 orang saja setiap pertemuan.

Alhasil ia pun menyoroti, soal maraknya kampanye hitam, hoaks melalui media sosial yang saat ini sulit dikontrol.

Menurutnya, penggunaan medsos sangat luar biasa berpengaruh dalam membentuk dan menggiring opini masyarakat.

Survei yang ia dapat, penyebar hoaks, justru rata-rata generasi tua. Karena orang tua mudah ‘baper’, bawa perasaan.

Hal tersebut mencuat lantaran generasi muda dianggap lebih kritis dalam menyikapi penggunaan media sosial.

"Pandangan saya, tim buzzer di medsos inilah yang akan bergerilya saat minggu tenang, untuk menggiring opini masyarakat,” jelas Alfitra.

Baca juga: Jelang Pilkada Berau, Polres Berau Pantau Media Sosial Guna Antisipasi Kabar Hoax

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved