Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Telur Ceplok Ala Gubernur Isran, Gunakan Kompor Biogas Kotoran Sapi di Mini Ranch Kampung Muhur

"Jangan lepaskan kami Pak Gubernur. Karena kami masih ingin mengembangkan miniranch ini lebih besar lagi.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASPROV KALTIM/SYAIFUL ANWAR
GORENG TELUR - Gubernur Isran saat mencoba menggoreng telur ceplok menggunakan kompor gas memanfaatkan biogas dari kotoran sapi di miniranch Kelompok Tani Banteng Perjuangan. 

SAMARINDA - Tahun ini Pemprov Kaltim memberikan bantuan sebanyak 15 ekor sapi untuk Kelompok Tani Banteng Perjuangan di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat. Saat ini di miniranch mereka terdapat 92 ekor sapi terdiri dari 35 ekor jantan dan 57 ekor betina.

Gubernur Isran Noor yang datang berkunjung ke miniranch tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus menjelaskan bahwa apa yang diharapkan Gubernur Isran Noor sudah dibuktikan oleh warga Kampung Muhur. "Pengembangan ternak ini murni dilakukan warga Benuaq di sini Pak Gubernur," kata Petrus.

Pemkab Kutai Barat juga bertekad untuk menjadikan kabupaten berslogan Tanaa Purai Ngeriman itu sebagai sentra pengembangan ternak sapi di Kalimantan Timur.

Sementara perihal ujian berat pengelolaan kelompok ternak sapi ini disampaikan Ketua Kelompok Tani Banteng Perjuangan Cornelius Unta. Awalnya mereka mendapat bantuan dari APBN sebanyak 50 ekor sapi (46 betina dan 4 ekor jantan). Kala itu anggota mereka sekitar 30 orang. Namun sayang, karena musim kemarau dan cara kelola yang kurang baik, puluhan sapi mati. Anggota mereka pun tinggal hanya 10 orang.

Namun berkat dukungan provinsi, kabupaten dan PT GBPC yang memberikan lahan hingga 25 hektare, maka mereka bisa kembali melanjutkan pengembangan ternak sapi hingga 92 ekor saat ini.

Jumlah anggota mereka pun kembali bertambah menjadi 23 orang. Hingga saat ini tidak kurang dari 25 sapi sudah laku terjual.

"Jangan lepaskan kami Pak Gubernur. Karena kami masih ingin mengembangkan miniranch ini lebih besar lagi. Kami tidak ingin dibantu terus, karena pada saatnya kami juga ingin mandiri," tegas Cornelius Unta.

Satu hal yang menguatkan mereka karena kolaborasi masyarakat, pemerintah dan perusahaan di sekitar mereka berjalan dengan sangat baik.

Acara dihadiri Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin, Pjs Bupati Kutai Barat HM Syirajudin, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Hj Lisa Hasliana, Kepala Biro Humas HM Syafranuddin, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Sulastri dan Plt Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Dadang Irwan. Tampak juga Camat Siluq Ngurai Bartolomeus Djukuw dan perwakilan mana Manajemen PT GBPC.

Rangkaian acara ditutup dengan "ceplok telur" dan penyalaan lampu oleh Gubernur Isran Noor menggunakan teknologi biogas bantuan Pemprov Kaltim sekaligus pemanfaatan gas dari kotoran sapi di area miniranch tersebut. (sul/adv)

Tags
mini ranch
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved