Kapolres Serukan Pesan Kapolri Idham Azis Saat Deklarasi Damai Pilkada Bontang
Kapolres Bontang, AKBP Hanifa Martunas Siringoringo menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Pernyataan itu disampaikan dengan nad
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Kapolres Bontang, AKBP Hanifa Martunas Siringoringo menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Pernyataan itu disampaikan dengan nada tinggi oleh Kapolres Bontang di hadapan dua paslon Pilkada Bontang yang menghadiri Deklarasi Pilkada Damai, Rabu (2/12/2020) di halaman Kantor KPU Bontang.
Sekadar diketahui, ungkapan Salus Populi Suprema Lex Esto acap kali disampaikan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam setiap kesempatan berbicara di depan publik.
Terlebih saat ini pandemi Virus Corona ( covid-19 ) masih jadi ancaman nyata yang dihadapi segenap warga negara.
Pelaksanaan Pilkada serentak yang berlangsung di tengah pandemi juga jadi catatan penting institusi Polri bersikap melindungi masyarakat.
Perwira polisi dua melati di pundak tersebut menambahkan bahwa parameter kesuksesan Pilkada, yakni terselenggara dengan aman dan kondusif.
"Saya pilih membahas ini karena dari rasa amanlah kita dapat melakukan aktivitas sehari. Tanpa rasa aman, tak adanya damai, aktivitas masyarakat pasti akan terganggu," ujarnya.
Ia pun mengutip pernyataan Kapolda Kaltim saat melakukan kunjungan kerja ke Bontang beberapa waktu lalu.
Bahwa Pilkada bukan ajang pertarungan paslon, melainkan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin yang amanah dan terbaik.
"Itu yang perlu digarisbawahi dan saya sampaikan. Apalagi kata aman ada di semboyan kota Bontang (Kota Taman). Mari jaga dan pelihara, Bontang yang kondusif dan aman," pintanya.
Setidaknya 3 hari sebelum menyambut masa tenang, tanda berakhirnya kampanye, seluruh lapisan masyarakat diminta untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Selama 3x24 jam masa kampanye selesai, 7 hari lagi pemungutan suara. Kami mengimbau kepada masyarakat agar sama-sama kita memelihara situasi kamtibmas," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, buntut insiden nyaris ricuh antar pendukung pasangan calon Pilkada Bontang berujung pada laporan ke polisi.
Kedua kubu yang berseberangan saling lapor ke kantor polisi.
Saat ini Polres Bontang masih mendalami pengaduan masyarakat terkait insiden yang terjadi Sabtu (28/11/2020) dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolres-bontang-akbp-hanifa-martunas-siringoringo-menyampaikan-pesan.jpg)