Debat Publik Pilkada Samarinda
Singgung Soal Pembahasan APBD dengan DPRD Digelar Tertutup, Berikut Tanggapan 3 Paslon
KPU Samarinda menggelar debat publik ketiga di Hotel Aston Samarinda, Rabu (2/12/2020) tadi malam pukul 20.00 wita. Pertanyaan berikutnya moderator I
Penulis: Jino Prayudi Kartono |
Sehingga setiap tahun selama lima tahun ke depan dapat merencanakan apa saja yang perlu dilakukan pada tahun depan.
"Menurut saya pembahasan APBD dilakukan karena ada aturannya eksekutif dan legislatif membuat rencana 5 tahunan, tentu pembahasan yang ada telah dianggarkan. Ada hal penting dan menomorduakan kegiatan tidak diperlukan dan saya kira itu bisa dilakukan tertutup," ucap calon Wakil Walikota nomor urut 3 Sarwono.
Paslon Tanggapi Soal Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Samarinda
Debat publik ketiga Pilwali Samarinda digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (2/12/2020).
Debat dibagi dalam beberapa sesi.
Sesi pertama pemaparan visi dan misi paslon.
Kemudian di sesi kedua dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari tim perumus.
Pertanyaan pertama terkait pelecehan seksual.
Samarinda menjadi peringkat pertama kasus pelecehan seksual dengan jumlah 203 kasus.
Tiap paslon memiliki cara tersendiri untuk menurunkan angka pelecehan seksual.
Pasangan nomor 3, Zairin Zain-Sarwono mendapat kesempatan menjawab pertanyaan tersebut.
Ia mengatakan perlu dilakukan sosialisasi tingkat RT maupun Kelurahan.
Sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat membuka pikiran masyarakat terkait masalah pelecehan seksual.
Sekaligus ia melihat faktor ekonomi sehingga berpengaruh terhadap jumlah kasus pelecehan yang terjadi.
"Tentu banyaknya kasus lebih dari 203 kasus menjadi perhatian penuh kenapa ini terjadi, karena di kehidupan sosial masyarakat karena ekonomi yang turun, kasus ini terjadi karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ini yang menjadi upaya untuk kita perbaiki," ucap Zairin Zain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketiga-pasangan-calon-walikota-dan-wakil-walikota-samarinda.jpg)