Minggu, 19 April 2026

Pilkada Balikpapan

Jelang Pilkada Serentak, Polresta Balikpapan Siagakan 600 Personel

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi yang didampingi sejumlah pejabat memantau ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Balikpapan, Selasa (8/12/202

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Wakapolresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa ditemui awak media, Selasa (8/12/2020).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN -Walikota Balikpapan, Rizal Effendi yang didampingi sejumlah pejabat memantau ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Balikpapan, Selasa (8/12/2020).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan Pilkada 2020 besok digelar sesuai protokol kesehatan. Dalam tinjauan ini juga hadir  Wakapolresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa.

Ketika dikonfirmasi,  Ia mengatakan sudah menyiapkan anggota yang bertugas mengamankan semua TPS di Balikpapan.

Baca Juga: KPU Bontang Belum Kantongi Data Pasien Covid-19 yang Masuk DPT Pilkada 2020

Baca Juga: Ciptakan Keamanan Pilkada 2020, Kejari Berau Pimpin Ratas dengan Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati

Baca Juga: Beredar Foto Paslon Pilkada Samarinda Badar dengan Uang Rp 100 Ribu, Timses Adukan ke Proses Hukum

"Untuk pengamanan, kita libatkan sekitar 600 personel untuk seluruh TPS yang tersebar di seluruh kelurahan," ucap AKBP Sebpril.

Personel tersebut sambung AKBP Sebpril, sebagian merupakan back up personel dari Polda Kaltim.

Sementara itu, ia menambahkan Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Kaltim yang nantinya disiagakan di Polresta Balikpapan sendiri sebanyak 215 personel.

Sebelumnya, menjelang H-1 pencoblosan di Pilkada, Pemerintah Kota Balikpapan bersama KPU dan Bawaslu meninjau kesiapan sejumlah TPS.

Peninjauan itu dilakukan ke 6 lokasi TPS yang ada di Kota Balikpapan, salah satunya di TPS 6 yang berada di halaman kantor Tribun Kaltim, kelurahan Gunung Samarinda Baru.

Dalam tinjaun itu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan protokol kesehatan yang wajib dijalankan dalam proses pemungutan suara.

Dalam hal ini, pihaknya kembali mempersoalkan saksi paslon dan saksi pemantau yang tak melakukan rapid test saat bertugas nanti.

"Saya lebih konsen dengan penegakan prokes, karena webinar dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, semua soal prokes," katanya, Selasa (8/12/20).

Menurutnya, kesehatan saat ini menjadi hukum landasan tertinggi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved