Breaking News:

Belajar Tatap Muka Sebuah Tantangan di Era Covid-19

MUSIBAH virus corona atau covid 19 yang menimpa bangsa Indonesia saat ini membuat tatanan kehidupan semakin berubah. Perubahan yang terjadi menunjukka

Editor: Tohir
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SEKOLAH TATAP MUKA - Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. 

MUSIBAH virus corona atau covid 19 yang menimpa bangsa Indonesia saat ini membuat tatanan kehidupan semakin berubah. Perubahan yang terjadi menunjukkan trend yang negatif dari berbagai sektor dan banyak persoalan, baik dibidang ekonomi, kesehatan, industri dan dunia pendidkan.

Pada kesempatan ini penulis akan menyoroti khusus di dunia pendidikan. Dampak nyata akibat covid 19 adalah adanya proses kegiatan belajar mengajar yang dulunya dilakukan tatap muka berganti dari rumah atau daring, sehingga tidak memungkinkan adanya tatap muka antara siswa dan guru. Kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama yang di mulai sekitar bulan maret 2020 sampai sekarang.

Dari kejadian pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh yang begitu lama bukan menyelesaikan masalah, namun juga menambah masalah baru. Diantara masalah yang tampak akibat lamanya siswa tidak belajar tatap muka adalah adanya ancaman putus sekolah, ini disebabkan karena anak terpaksa bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis ekonomi di masa pandemi covid 19, adanya persepsi orang tua yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar apabila proses belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka, dan dapat menimbulkan perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar terutama untuk anak dari sosio ekonomi berbeda.

Berdasarkan beberapa persoalan di atas, maka pemerintah melalui keputusan bersama empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Keehatan dan Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun Pembelajaran 2020/2021 dimasa pendemi Covid 19 yang rencananya proses pembelajaran akan mulai diberlakukan semester kedua pada bulan Januari 2021 bagi sekolah yang sudah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah secara ketat. Pembelajaran tatap muka di wilayah yang masuk kategori zona hijau dan kuning diperbolehkan namun harus menerapan protokol kesehatan yang sangat ketat..

Melalui keputusan bersama empat menteri bahwa prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19.

Pada saat satuan pendidikan atau sekoah akan melakukan pembelajaran tatap muka banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan itu merupakan tantangan bagi satuan pendidikan jika mau melaksanakan, diantaranya ada izin dari pemerintah daerah setempat, kakanwil atau kantor kementerian agama, orang tua wali siswa, komite sekolah, mengisi daftar periksa kesiapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan melalui laman Dapodik yang isinya ketersediaanya sarana, sanitasi dan kebersihan, adanya akses kesehatan, menerapkan area wajib menggunakan masker, memiliki thermogun, pemetaan warga sekolah yang tidak bisa melakukan kegiatan di satuan pendidikan, membuat kesepakatan bersama dengan komite sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, membentuk satuan tugas penanganan covid-19, membentuk rencana kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas dan pengadaan sarana prasana sanitasi, kebersihan, dan kesehatan, tim pembelajaran psikosisial dan tata ruang, tim kesehatan,kebersihan dan keamanan, tim pelatihan dan humas.

Dalam rangka mensukseskan pembelajaran tatap muka perlu semua sektor harus berperan. Tantangan pembukaan sekolah dalam pembelajaan tatap muka tak hanya terkait penegakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Terpenting juga pengawasan siswa saat di perjalanan yaitu berangkat dan pulang sekolah. "Padahal, di luaran risiko penularan masih tinggi, pemda harus memiliki data-data objektif tentang kasus dan kesiapan daerah. Tekanan orang tua tidak bisa menjadi alasan membuka sekolah jika suatu daerah merasa belum aman.

Ada satu kutipan menarik dalam buku panduan itu, "During the distance-learning period, you can provide structure, support and guidance at home, which will have a significant positive impact on the performance of your child. Therefore we encourage you take an active interest in their online learning and provide the right learning environment at home." Dalam terjemahan sederhana, disarankan agar orang tua menyiapkan struktur, dukungan, dan bimbingan yang akan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap belajar anak.

Dianjurkan agar orang tua aktif dan tahu tentang pembelajaran online yang tepat diterapkan di rumah. Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memantau tingkat risiko Covid-19 di daerah, apabila mau membuka pembelajaran tatap muka..

Kesimpulan yang penulis sampaikan adalah, jika mau mengadakan pembelajaran tatap muka patuhi semua aturan terhadap protokol kesehatan. Harus dipahami bahwa keputusan bersama penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini sesungguhnya bukan bersifat wajib. Satuan pendidikan dapat saja tidak memberlakukan pembelajaran tatap muka apabila belum merasa yakin tentang kesehatan dan keselamatan yang menjadi prinsip pertama ketika keputusan bersama empat menteri ditetapkan. (*)

Oleh: DR Abdul Rozak Fahrudin, M.Pd.
Kepala SMA Negeri 17 Samarinda

Tags
Opini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved