Breaking News:

Kepala Dinas Lingkungan Hidup PPU Sebut Lokasi Habitat Bekantan Harus Diperhatikan

Bekantan ( Nasalia Larvatus ) adalah jenis hewan endemik dan sangat langka yang hanya ada di Pulau Kalimantan.

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, DIAN MULIA SARI
Situasi di Jembatan Tuban, lokasi habitat Bekantan liar di Kecamatan Waru. TRIBUNKALTIM.CO, DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJM - Bekantan ( Nasalia Larvatus ) adalah jenis hewan endemik dan sangat langka yang hanya ada di Pulau Kalimantan.

Sementara itu, saat ini populasi hewan berambut merah sangat mengkhawatirkan karena terancam punah.

Di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara ( PPU ), Kalimantan Timur, populasi Bekantan banyak ditemukan di wilayah-wilayah pinggir sungai atau laut yang memiliki pohon mangrove.

Salah satunya di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, letaknya berada di Sungai Tunan, di sana banyak sekali hewan endimik ini. Apalagi saat pagi dan sore hari mereka banyak bergantungan di pohon Mangrove.

Baca juga: Berikut Binatang-binatang Khas Indonesia yang Langka dan Terancam Punah, Salah Satunya Bekantan

Baca juga: Selain Lihat Aksi Lucu Bekantan, di Kampung Wisata Bekantan Juga Terdapat Taman Toga Asuhan Mandiri

Baca juga: Menyusuri Kampung Wisata Bekantan Graha Indah Balikpapan, Lihat Aksi Kera Hidung Panjang Berlompatan

Tetapi, yang saat ini dikhawatirkan adalah populasi Bekantan di wilayah tersebut, sebab, habitat Bekantan tersebut berada di perkampungan warga, serta tepat berada di pinggir jalan raya antar provinsi.

Banyak kasus terjadi, pengendara mobil menabrak Bekantan yang sedang melewati jalanan atau jembatan sungai Tunan hingga menyebabkan hewan yang dilindungi tersebut tewas.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup PPU, Tita Deritayati, mengatakan bahwa penetapan lokasi-lokasi yang menjadi lokasi habitat Bekantan harus diperhatikan.

"Konservasi alamnya juga harus kita perhatikan, keberlanjutan habitat yang ada saat ini termasuk Bekantannya. Kami dari DLH berharap memang zona - zona atau titik-titik yang yang memang harus kita amankan di Kawasan itu," kata Tita, Minggu (13/12/2020).

Tita mengungkapkan telah mengusulkan dan memasukan pada saat dirinya menghadiri kegiatan tinjauan terkait Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten PPU untuk penetapan lokasi habitat Bekantan.

Baca juga: Mahasiswa Untag Susuri DAS Tunan di PPU, Lakukan Riset dan Rencanakan Ekowisata Bekantan

Baca juga: Serunya Lihat Monyet Berhidung Panjang di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Tarakan

Baca juga: NEWS VIDEO Wisata Konservasi Mangrove dan Bekantan kota Tarakan Berangasur Normal

"Kita kemarin hadir dalam rangka review RTRW Kabupaten, kita sudah usulkan dan masukan karena kapasitasnya kita sebatas itu, tapi kita tetap mendorong bagaimana kita melihat dari kondisi saat ini.

Kawasan-kawasan yang sudah tersisih Bekantannya. Ini menjadi perhatian khusus kita bersama," ujarnya.

Lebih lanjut, Tita mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuat program-program yang mendukung pelestarian habitat Bekantan tersebut.

(TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MS)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved