Breaking News:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Kutim Pantau Harga Pangan Pasar

Selalu mengawasi kenaikan harga sembako ataupun bumbu dapur khususnya bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Penulis: Dini Anggita Sumantri | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DINI ANGGITA SUMANTRI
Bahan pangan di pasar induk Sangatta Utara, Kutai Timur.TRIBUNKALTIM.CO/DINI ANGGITA SUMANTRI 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA-Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur dan (Unit Pelaksana Teknis Daerah) UPTD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Induk Sangatta Utara, selalu mengawasi kenaikan harga sembako ataupun bumbu dapur khususnya bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Sebab 3 jenis itu termasuk yang paling sering mengalami kenaikan harga.

"Bawang merah, bawang putih, dan cabai itu yang paling sering naik harganya," kata Kepala Disperindag Kabupaten Kutai Timur H.Zaini S.E.

Baca juga: NEWS VIDEO Pilkada Kutim, Bawaslu Tidak Temukan Penyebab Untuk Diadakan Pemungutan Suara Ulang

Baca juga: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Kutim Semakin Meningkat, Total 2.649 Orang

Baca juga: Kecamatan Sangatta Utara Jadi Barometer Perolehan Suara Pilkada Kutim, AS-KB Raih 22.936 Suara

Kepala UPTD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Induk Sangatta Utara,Bohari mengatakan, selalu mengingatkan pada para pedagang khususnya di Pasar Induk Sangatta untuk tak semena-mena menaikkan harga.

Ia mengatakan, bahwa bawang merah, bawang putih, dan cabai paling sering mengalami kenaikkan harga.

"Kami sering mengawasi dan selalu mengingatkan sama semua pedagang jangan sembarangan naikkan harga, kalau bawang merah, bawang putih, dan cabai memang sering naik harganya, makanya selalu kita pantau," ucap Bohari

Bohari menyampaikan, bahwa ia selalu memantau dan mengecek perubahan harga di pasar.

"Kalau ada yang bertanya perubahan harga biasanya kami cek dulu di lapangan dari distributornya atau pedagang yang agak nakal naikkan harga," ucapnya

Ia juga tak henti-hentinya mengingatkan para pedagang untuk tak menaikkan harga sendiri.

Baca juga: Bawaslu Kutai Timur Apresiasi Kedewasaan Politik Pemilih Dalam Pilkada Kutim 2020

Baca juga: Ketua Bawaslu Andi Mapaselling Sebut Kasus Pelanggaran Pilkada Kutim Sedang Ditindaklanjuti

Baca juga: PPK Kecamatan Sangatta Utara Kutim Berusaha untuk Selalu Netral di Pilkada

"Saya juga bilang sama teman-teman pedagang jangan main-main ya sama harga, dalam artian jangan sampai mereka sendiri yang menaikkan," ucap Bohari

Menurut Bohari selama ini kenaikkan harga tak berlangsung lama.

"Tapi Alhamdulillah biasanya kenaikkan harga cepat berubah karena kadang faktor pengiriman yang menghambat,"katanya.

TRIBUNKALTIM.CO/Dini

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved