News Video
NEWS VIDEO 5 Satwa Langka Indonesia Ini Terancam Punah dan Penyebabnya
Terbaru, sembilan orangutan Sumatera (Pongo abelii) berhasil dipulangkan ke Tanah Air, setelah diselundupkan dan tinggal bertahun-tahun di Malaysia.
3. Badak Jawa
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan spesies badak yang tinggal di pulau Jawa, namun kini hanya bisa ditemukan di daerah Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.
IUCN juga memberikan label CR untuk spesies ini, karena hanya 33 persen dari populasinya yang diketahui mampu melakukan reproduksi.
Dikutip dari Kompas.com, 20 September 2020, jumlah kumulatif Badak Jawa menurut data terakhir Kementerian LHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina.
Jumlah tersebut termasuk dua ekor badak Jawa yang baru lahir pada tahun 2020, yaitu anak badak jantan Luther dan anak badak betina Helen.
Untuk komposisi umur populasi badak, terdiri dari 15 ekor berusia anak-anak dan 59 ekor merupakan usia remaja-dewasa.
Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno mengatakan, ada harapan bahwa kelangsungan hidup badak Jawa bisa dilestarikan, Meski demikian, Wiratno menyebut bahwa badak Jawa adalah spesies yang sensitif dan butuh perlindungan penuh.
Dia mengatakan, penyebab menyusutnya populasi badak Jawa di masa lalu adalah karena aktivitas perkebunan di era kolonial, perburuan untuk mengambil cula badak, dan sifat badak yang penyendiri sehingga menyulitkan terjadinya reproduksi alami.
4. Harimau Sumatera
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan subspesies harimau asli (endemik) pulau Sumatera, Indonesia.
IUCN menetapkan status spesies ini adalah CR, karena populasinya yang sangat sedikit dan potensinya yang rawan punah.
Dikutip dari Kompas.com, 25 Juli 2020, populasi harimau Sumatera diperkirakan tidak sampai 400 ekor, berdasarkan data pada 2004.
Penyempitan habitat dan tingginya perburuan liar menjadi ancaman yang harus dihadapi oleh spesie yang hampir punah ini.
Hilangnya habitat
Perluasan perkebunan kelapa sawit di pulau Sumatera merupakan pendorong utama di balik hilangnya hampir 20 persen habitat harimau Sumatera pada 2002-2012.