Dibalik Kegagalan Nindy Tembus Grand Final MasterChef, Sempat Jadi Terbaik di Tantangan Pertama
Satu-satunya peserta wanita di babak 3 besar tersebut harus pulang dari galeri MasterChef.Secara dramatis Nindy disingkirkan oleh Jerry dan Audrey
Chef Vindex mengatakan, hidangan Audrey sudah enak, namun kulit luar baramundinya masih alot dan kering.

Baca juga: Indonesia Giveaway Trans 7 Berhenti Tayang Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Berlanjut di 2021?
Baca juga: INFO BLT Tahap 6, Menaker Sebut Pencairan Subsidi Gaji Termin 2 hingga Akhir 2020, Cek Nama Penerima
Nindy menjadi kontestan yang dipanggil oleh dewan juri, sayang ia tidak begitu puas dengan hidangannya sebab gagal membuat foam seperti milik Chef Vindex.
Menurut Chef Vindex, rasa masakan Nindy sangat enak, hanya jambalnya kurang kering dan kurang merica.
Di sisi lain, Chef Arnold mengatakan bahwa rissoto dan sambal buatan Nindy lebih baik dari Audrey dan Jerry
Sepakat dengan Chef Arnold, Chef Renatta menilai bahwa masakan Nindy paling menyerupai dengan hidangan milik Chef Vindex meski foam buatannya gagal.
Pada tantangan ini Nindy meraih poin tertinggi, yakni 345.
Sedangkan Jerry 343, dan Audrey 321.
Tantangan kedua: Nindy Terburuk
Di tantangan kedua Grand Final MasterChef Indonesia Season 7, ketiga finalis harus menduplikasi hidangan dari Chef Degan bernama Steal ala Chef Degan Septoadji.
Waktu memasak di tantangan kedua ini adalah 60 menit.
Orang pertama yang dipanggil adalah Nindy.
Chef Juna, Chef Arnold, Chef Renatta, dan Chef Degan mengatakan bahwa steak buatan Nindy terlalu banyak menggunakan bubuk pala dan ketebalan pastanya lebih mirip bak mi.
Sementara hidangan Jerry dinilai hampir mirip masakan Chef Degan.
Tetapi, masih banyak kekurangan, seperti tingkat kematangan daging yang jauh dari sempurna.
Hidangan Audrey. kata Chef Juna, memiliki cita rasa yang baik terutama pure-nya.