PESAN NATAL 2020, Immanuel: Allah Beserta Kita Membuktikan KebaikanNYA
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki
"Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel --yang berarti: Allah menyertai kita." (Matius 1: 22-23)
"Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." (Yesaya 7:14).
Dalam masa raya Natal Tahun 2020 ini di tengah pandemi yang terjadi di seluruh dunia, Maka Pesan Firman Tuhan agar kita terus merayakan Natal dengan kesedehanaan dengan Thema : IMMANUEL – God With us and Goodness of God. Yang artinya: IMANUEL : ALLAH menyertai Kita yang membuktikan KebaikanNYA diambil dari (Matius 1;22-23 dan Yesaya 7:14), kontekstual sekali dalam kondisi yang melanda seluruh dunia ini dalam krisis multidimensi ini, kita melihat pemeliharaan Tuhan dalam KebaikanNYA yang terbukti : Imanuel – Tuhan yang menyertai kita dalam segala situasi kondisi apapun dan membuktikan semua kita mengalami kemenangan dalam Kebaikan Tuhan (Roma 8:28). Marilah kita menerima pesan FirmanTuhan ini.
Imanuel atau Immanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibrani עִמָּנוּאֵל ""El" atau Allah beserta kita".
Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya "beserta kita", "bersama kita" atau "dengan kita). Dalam Kekristenan nama ini juga dipakai sebagai salah satu nama Yesus Kristus.
Nama ini disebutkan dalam Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:8 serta tersirat dalam Yesaya 8:10 pada Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen), lalu juga muncul dalam Perjanjian Baru, yakni dalam Matius 1:23 yang mengutip dari Yesaya 7:14.
(Matius 1:23). “Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia: Imanuel—yang berarti: Allah menyertai kita.”
Kabar dari malaikat Tuhan kepada Yusuf dan Maria jelas berbicara tentang kelahiran Tuhan Yesus.
Nama yang diberikan oleh surga kepadanya adalah Imanuel—Allah menyertai kita. Allah hadir di tengah dunia. Allah ada. Allah ada di tengah kita. Di antara kita. Di dalam kita.
Kehadiran Tuhan penting karena kelahiran Tuhan Yesus sesungguhnya menandai berakhirnya sebuah masa yang cukup panjang dimana Allah ”diam”.
Tuhan tidak seheboh masa sebelumnya berbicara dengan Israel melalui perantaraan nabi-nabi. Tidak ada mukjizat dan tanda-tanda ajaib sedahsyat masa perjalanan 40 tahun di padang gurun.
Ada masa dimana Tuhan “absen” mengurusi dunia. Minimal 400 tahun. Itu masa dimana Tuhan membiarkan orang Israel melalukan apa yang mereka mau lakukan. Dosa dan kecemaran yang kemudian mengakibatkan kehancuran Israel sendiri.
Sewaktu malaikat datang pada Yusuf dan Maria melalui mimpi, itu adalah sebuah peristiwa yang menandainya berakhirnya masa di mana Tuhan “absen”.
Dan nama Dia bawa adalah Imanuel. Menekankan hanya satu hal: sejak saat itu, Allah hadir di tengah dunia. Dia bukan lagi Tuhan yang jauh dan tidak tergapai.
Dalam nubuat tentang kelahiran melalui anak dara/perawan, nabi Yesaya menyatakan dalam (Yesaya 7:14) " Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel."
Tetapi, mengapa Yesus diberi nama Imanuel? Nubuat ini mengacu pada kelahiran Yesus dalam Matius 1: 22-23, "Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel --yang berarti: Allah menyertai kita." Namun hal ini tidak berarti, bahwa nama Sang Mesias adalah Imanuel.
Ada banyak nama yang diberikan kepada Yesus menggunakan kata "Ia akan disebut" baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Ini adalah cara yang umum untuk menyatakan bahwa orang akan merujuk kepada Yesus dalam berbagai cara. Nabi Yesaya menubuatkan tentang Mesias, " dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9: 6).
Tak satu pun dari gelar-gelar tersebut menjadi nama Yesus , gelar-gelar tersebut adalah pejelasan yang digunakan orang untuk merujuk kepada Yesus selama-lamanya.
Lukas mengatakan bahwa Yesus "akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya," (Lukas 1:32) dan "akan disebut kudus, Anak Allah" (Lukas 1:35), namun tidak satupun dari sebutan-sebutan ini dipakai menjadi namaNya.
Di dua tempat yang berbeda, ketika mengacu pada Mesias yang akan datang, nabi Yeremia berkata, "Dan ini adalah nama-Nya dengan yang Dia akan disebut, ALLAH, KEBENARAN KAMI"
• Yeremia 23: 5-6 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.
• Yeremia 33: 15-16 Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!
Sekarang kita tahu bahwa Allah Bapa, bernama Allah. Yesus tidak pernah benar-benar disebut Allah sebagai nama-Nya, tapi Peran-Nya adalah membawa kebenaran Allah bagi mereka yang percaya kepada-Nya, Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." 2 Korintus 5:21). Oleh karena itu, ini juga adalah salah satu dari banyak gelar atau "nama" yang menjadi milik-NYA.
Dengan cara yang sama, pernyataan bahwa Yesus akan disebut "Imanuel" berarti bahwa Yesus adalah Allah dan bahwa Dia diam di antara kita dalam inkarnasi-Nya dan bahwa Dia selalu bersama kita. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.
Yesus adalah Tuhan yang diam di antara kita (Yohanes 1: 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran).
Jadi namaNya adalah Yesus, tapi nama Yesus memiliki makna Imanuel yang berarti "Allah menyertai/beserta kita." Imanuel adalah salah satu dari banyak gelar bagi Yesus yang menjelaskan tentang siapa Yesus.
Dalam Merayakan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 ini ditengah pandemi yang terjadi diseluruh dunia, Maka Pesan Firman Tuhan agar kita terus merayakan Natal dan Tahun Baru dengan kesedehanaan dan melakukan dengan pelaksanaan Protokol Kesehatan (# 3 W + M) Wajib Menggunakan Masker, Wajib Mencuci Tangan dan Wajib Menjaga Jarak.
Tidak akan menghilangkan makna Natal dan Tahun Baru sesungguhnya : IMMANUEL – God With us and Goodness of God. Yang artinya : IMANUEL : ALLAH menyertai kita yang membuktikan KebaikanNYA. diambil dari (Matius 1;22-23 dan Yesaya 7:14), Mengucapkan : “Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021” - IMMANUEL “Tuhan Beserta Kita dalam KebaikanNYA” (God With Us - Goodness of GOD). Shalom HALELUYA!(*)
Oleh: Pdt DR Samuel Kusuma M.Th
(Gembala Senior Gereja Bethany FOG Balikpapan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pdt-dr-samuel-kusuma-mth-gembala-senior.jpg)