Virus Corona di Kalbar

Kalimantan Barat Tunda Belajar Tatap Muka 4 Januari 2021, Keinginan Gubernur Kalbar Sutarmidji

Rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka di setiap sekolah selama pandemi Corona kali ini ditunda, di daerah Kalimantan Barat.

Editor: Budi Susilo
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan saat ini tingkat kesembuhan covid-19 di Kalbar mencapai 93,4 persen. Rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka di setiap sekolah selama pandemi Corona kali ini ditunda, di daerah Kalimantan Barat.  

“Kita lakukan peduli pendidikan dengan program peduli Pendidikan 1708, pada saat itu bulan Agustus, dengan pengumpulan HP android yang 90 persen, baru ditambah laptop yang dibagikan kepada peserta didik yang tidak punya perangkat,” ungkapnya.

Selain itu, program ini dilaksanakan kembali 0817, yakni perusahaan dan perkantoran diminta untuk menyediakan wifi gratis yang diberikan kepada peserta didik.

Baca juga: Imbas Peningkatan Kasus covid-19, Tahun ini Arus Mudik Turun Drastis di Malinau

Baca juga: NEWS VIDEO Akibat Mutasi Virus Corona Penerbangan Internasional akan Dibatasi

Baca juga: Lonjakan covid-19 Diprediksi Terjadi pada 16-18 Januari 2021

Baca juga: Meski Pandemi covid-19, Produksi Ikan di Kutai Kartanegara Tetap Meningkat

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Penambahan 36 Kasus Positif covid-19 dan 1 Orang Meninggal Dunia

Pelaksanaan daring kembali karena Kota Balikpapan tidak ada kawasan zona hijau, setelah itu dilakukan breakdown lagi per kelurahan untuk mencari wilayah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang zona hijau.

“Alhamdulillah dapat pada saat itu bulan September, setelah itu melaksanakan simulasi khusus di kawasan zona kuning, karena banyaknya permintaan dari orangtua untuk pembelajaran tata muka. Belum dilaksanakan, keluarlah SK Menteri bahwa pembelajaran tatap muka menjadi kewenangan daerah,” ujar Muhaimin.

Kadisdik Balikpapan, Muhaimin menjelaskan pada saat itu Balikpapan siap melaksanakan karena kondisi saat itu covid-19 landai.

“Kita minta pendapat para kepala sekolah baik SMP maupun SD negeri dan swasta, dan hampir semua sekolah siap karena menyiapkan semua protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Kodim 0907 Tarakan Rutin Patroli Protokol Kesehatan

Baca juga: Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Tim UKL Polres Paser Pantau Kegiatan Warga di Malam Hari

Baca juga: Razia Protokol Kesehatan di Balikpapan, Satgas covid-19 Terima Rp 160 Juta dari Sanksi Denda

Baca juga: Bupati Kubar FX Yapan Jalani Rawat Inap di RS, Terpapar covid-19 Berpesan Patuhi Protokol Kesehatan

Setalah itu, Pemkot Balikpapan mengeluarkan angket untuk orangtua, terjawab para orangtua murid SMP sebanyak 79,2 persen siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Dan sisanya 20,7 persen siap pembelajaran daring.

Semua sekolah yang melaksanakan simulasi dipantau Puskesmas dari Dinas Kesehatan Balikpapan, semua pembelajaran dilaksanakan tiga jam.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Pasien Positif covid-19 Meningkat, Didominasi Warga Anak Muda

Baca juga: NEWS VIDEO Ditegur Soal Masker yang Tak Sesuai Standar, Pria Rendahkan Gaji Pegawai Transjakarta

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, SLB Negeri Balikpapan Matangkan Persiapan, Perketat Pengawasan

Mengecek semua protokol kesehatan, simulasi berjalan empat hari, dan pada bulan Desember perkembangan kasus Corona atau covid-19 di Kota Balikpapan semakin meningkat.

Dari situ, meminta kembali untuk menyebarkan angket pembelajaran tatap muka atau daring, dan perubahan yang tadinya SMP sebanyak 79,2 persen tatap muka, kini hanya sekitar 60 persen.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Resmi! Pemerintah Tunda Masuk Sekolah di Semua Wilayah Kalbar, https://pontianak.tribunnews.com/2020/12/30/resmi-pemerintah-tunda-masuk-sekolah-di-semua-wilayah-kalbar?page=all.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved