Virus Corona di Bontang
Tak Ingin Ada Klaster Sekolah, DPRD Bontang Minta Pemkot Kaji Ulang Penerapan Belajar Tatap Muka
Tak ingin ada klaster sekolah, DPRD Bontang minta Pemkot kaji ulang penerapan belajar tatap muka
Penulis: Ismail Usman | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tak ingin ada klaster sekolah, DPRD Bontang minta Pemkot kaji ulang penerapan belajar tatap muka.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mendorong Pemkot Bontang agar mengkaji ulang penerapan pembelajaran tatap muka.
Menurutnya, tren kasus covid-19 di Bontang belum melandai.
Ditambah lagi ada laporan dari tim satgas covid-19 yang menyebutkan jika penyebaran virus corona ini di Bontang telah masuk gelombang ketiga.
Baca juga: Kalapas Ronny Widiyatmoko Gambarkan Kondisi Lapas Kelas IIA Bontang Saat Malam Pergantian Tahun
Baca juga: Buaya Kembali Terkam Warga di Bontang, Masyarakat Sekitar Akui Trauma Berenang
Baca juga: Patroli Gabungan Malam Pergantian Tahun Baru 2021, Pemkot Bontang Pastikan Tak Ada Perayaan
Perlu ada beberapa hal yang harus kembali dipertimbangkan, misalnya kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan.
Skema dari teknis di lapangan, dan jaminan keselamatan tenaga pengajar.
Belum lagi, Dinas Pendidikan juga harus memastikan seluruh murid yang ikut pembelajaran tatap muka tidak akan terpapar covid-19.
"Selama 1 tahun ini, kita hidup masa pandemi. Sekarang pun angkanya masih tinggi. Jangan sampai kalau terburu-buru malah semakin melonjak angkanya," ujar Andi Faiz, saat di konfirmasi. Kamis (31/12/2020).
Selain itu, ketersediaan vaksin di Kota Bontang juga menjadi faktor yang sangat penting jika ingin belajar tatap muka.
Baca juga: 15 Personel Polres Bontang Terpapar Covid, Salah Satunya Meninggal Dunia, Kapolres: Jangan Sepelekan
Baca juga: Kronologi Bocah Selambai Bontang Melepakan Diri dari Terkaman Buaya Berukuran 2,5 Meter
Baca juga: Tren Covid-19 di Bontang Belum Melandai, Ada Penambahan Lagi 12 Kasus
Dia mengkhawatirkan, jika anak sekolah tidak di vaksin, penularan akan semakin banyak terjadi.
"Kalau vaksin belum ada kan masih besar resikonya. Intinya jika ingin belajar tatap muka harus dikaji secara mendalam," tegasnya.
Ia pun menambahkan, jika nantinya akan diberlalukan, Pemkot Bontang harus menggaransi tidak akan ada penyebaran virus corona di lingkup dunia pendidikan Kota Bontang.
"Perlu ada jaminan. Jangan sampai nanti ada klaster sekolah. Nah ini kan makin bahaya," tandasnya.
(TribunKaltim.Co/Ismail Usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/celokah.jpg)