Berita Kaltara Terkini
Danrem Brigjen TNI Suratno Ingatkan 7 Tugas Pamtas RI-Malaysia Kepada Yonarhanud 16/SBC
Upacara alih Komando dan Pengendalian (Kodal) tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia dari Yonif 623/ BWU kepada Yonarhanud 16/ SBC berlangsung lancar
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- Upacara alih Komando dan Pengendalian (Kodal) tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia dari Yonif 623/ BWU kepada Yonarhanud 16/ SBC berlangsung lancar di Pos Komando Taktis (Kotis), Jalan Fatahilah, RT 10, Kelurahan Nunukan Tengah, Rabu (06/01/2021).
Meskipun diguyur hujan gerimis sejak pagi, sikap patriotisme tetap diperlihatkan dari barisan prajurit Pamtas RI-Malaysia itu.
Tampak di barisan, prajurit Pamtas Yonif 623/ BWU dan Yonarhanud 16/ SBC menggunakan seragam lengkap dengan senjata serta ransel hijau di atas pundak menunggu upacara alih Kodal dimulai.
Bertugas sebagai pembina upacara yakni Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Suratno.
Baca juga: Gubernur Kaltim Ditanya Jatah Vaksin, Isran Noor: Aku Ini Masih Muda, Umur 36 Tahun jadi Tidak Perlu
Baca juga: Pemberlakuan Rapid Test Antigen, Tengok Reaksi Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan
Baca juga: Walikota Balikpapan Rizal Effendi Beber Alasan Rapid Antigen Belum Berlaku di Jalur Laut
"Wilayah perbatasan memiliki arti penting dan strategis dalam mengatasi masalah dan atau ancaman. Beberapa bentuk tindak kriminal yang umum terjadi di perbatasan yaitu penyelundupan barang, perdagangan manusia, narkoba, pencurian kayu.
Kalau masalah lain patok perbatasan yang hilang, rusak dan atau bergeser ke wilayah Indonesia," kata Brigjen TNI Suratno kepada TribunKaltara.com usai upacara alih Kodal.
Diketahui, perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak dan Sabah Malaysia secara keseluruhan panjangnya sekira 1.882,3 kilometer.
Sedangkan panjang kawasan perbatasan Kalimantan Utara diperkirakan 1.035 kilometer.
Menurut Suratno, perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata, rentan kendali pemerintah, pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan secara mantap dan efisien.
"Berkurangnya wilayah Indonesia secara administratif, seperti pemindahan patok perbatasan. Patok-patok perbatasan banyak yang hilang dan berpindah tempat. Ini menyulitkan dalam penentuan garis perbatasan," ucapnya.
Tak hanya itu, Brigjen TNI Suratno menjelaskan, jumlah pos perbatasan yang sangat terbatas dan jumlah aparat tidak sebanding dengan panjang garis perbatasan sering menimbulkan kesulitan pengawasan terhadap pelintas batas ilegal, ilegal trading, dan kegiatan ilegal logging termasuk penyelundupan sembako dan narkoba.
"Saya ucapkan terima kasih yang tulus kepada Satgas Yonif 623/ BWU yang telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sekira 8 bulan dengan baik di Kabupaten Nunukan ini. Setelah ini mereka akan kembali ke Home Base di Banjarbaru.
Saya harap bisa segera menyesuaikan diri untuk menyongsong tugas yang akan datang. Selamat jalan dan sampaikan salam hormat saya kepada keluarga dan prajurit di satuan," tuturnya.
Tak lupa Suratno dalam sambutan ia menyampaikan 7 tugas yang wajib dilakukan oleh prajurit Pamtas Yonarhanud 16/ SBC saat mulai bertugas hari ini, yakni:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kondisi yang sesulit apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penyerahan-cenderamata-oleh-danrem-092mrl-brigjen-tni-suratno-kepada-komandan-satgas-pamtas.jpg)