Senin, 13 April 2026

Berita Berau Terkini

Penuhi Kebutuhan dan Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Berau Datangkan 200 Ton Gula Pasir

Badan urusan logistik (Bulog) Kabupaten Berau mendatangkan 200 ton gula pasir yang dibagi dalam dua tahap pengiriman.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Berau Agus Tantomo didampingi Kepala Disperindagkop saat meninjau ketersediaan stok di perum Bulog Berau, beberapa waktu lalu.TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga, Badan urusan logistik (Bulog) Kabupaten Berau mendatangkan 200 ton gula pasir yang dibagi dalam dua tahap pengiriman.

Pimpinan Bulog Berau Apriansyah mengatakan telah masuk 100 ton gula pasir dari Semarang, Jawa Tengah dan 100 ton lainnya diperkirakan Minggu ini juga akan tiba di Bumi Batiwakkal.

"Untuk stok gula pasir kami di perum Bulog sudah masuk, cuman kita dari rencana masuk 200 ton namun dibagi menjadi dua tahap pertama 100 ton masuk Minggu ini dan untuk 100 ton masih dalam perjalanan sehingga dapat kita pastikan untuk bulan ini masuk 200 ton," ungkap Apriansyah, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Izin Tambang Diberikan ke Pemerintah Pusat, Gubernur Kaltim Isran Noor: Emang Gue Pikirin

Baca juga: Beberapa Tenaga Kesehatan tak Berani Divaksin, Ketua IDI Bontang Sebut Pemerintah Kurang Sosialisasi

Baca juga: Pemuda di Sebulu Kukar Diamankan Anggota Polsek Karena Dipergoki Bawa Sabu 100 Gram

"Mudah-mudahan masuknya pasokan ini dapat memenuhi kebutuhan gula pasir di Berau dan juga bisa menjaga stabilitas harga sesuai harga eceran yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 12.500 perkilonya," tuturnya.

Diperkirakan 200 ton gula tersebut akan habis dalam waktu dua bulan mengingatkan permintaan masyarakat cukup tinggi.

Baca juga: Hindari Banjir, Warga Memutar Lewati Jembatan Mahakam dari Loa Janan ke Sempaja Samarinda 

Baca juga: Perbaikan Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Kilometer 6 Tunggu Biaya Pemerintah Pusat.

Baca juga: Pasca Natal dan Tahun Baru 2021, Jumlah Penumpang di Bandara Kalimarau Berau Menurun 20 Persen

Bukan hanya itu, konsumsi meningkat jika dibanding sebelumnya dalam sebulan hanya 50 ton namun belakangan meningkat sebulan bisa menghabiskan gula pasir hingga 100 ton.

"Kalau asumsi penjualan kami sekitar 50 an ton sebulan cuman informasinya kalau saat sehingga bisa bertahan 4 bulan kedepan, namun dari permintaan saat ini bisa jadi 100 ton bisa habis dalam waktu satu bulan sehingga asumsi bisa habis dalam waktu sebulan," pungkasnya.

Agar tetap menjaga ketersediaan stok, Pimpinan Bulog Berau itu mengaku telah kembali mengajukan permintaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan berikutnya.

Diakui Apriansyah dari pengecekan dilapangan ditemukan harga gula yang mengalami kenaikan Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu.

Sehingga dengan adanya pasokan gula tersebut bisa kembali membuat harga gula normal sesuai harga yang ditentukan pemerintah.

Baca juga: BKPP Berau Ajukan 1.000 PTT Untuk Diangkat Jadi P3K, Khusus Tenaga Pengajar

Baca juga: Sambungan PDAM Jauh, Warga Teluk Bayur Berau Ini Manfaatkan Sumur Bor untuk Kebutuhan Air Bersih

Baca juga: Jelang Akhir Masa Jabatannya, Plt Bupati Berau Agus Tantomo Ingin Fokus Tangani Covid-19

"Hasil pengecekan kami di pasar memang ada kenaikan harga biasanya harga Rp 13 ribu naik jadi Rp 14 ribu bahkan Rp 15 ribu sehingga kita berharap dengan adanya pasokan gula ini harga di pasaran bisa kembali normal," pungkasnya.

Untuk kendala pengiriman sendiri Lanjut Apriansyah selama ini tidak ada kendala berarti hanya saja beberapa waktu lalu banyak hari libur di tambah cuaca ekstrem cukup mempengaruhi pengiriman ke Berau.

(TribunKaltim.Co/Ikbal Nurkarim)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved