Kamis, 9 April 2026

Suntik Vaksin Sinovac di Kaltim

IDI Kaltim Prediksi Efektivitas Vaksin Sinovac Sampai 95 Persen

Pemberian suntik sinovac kepada 10 pejabat di Kalimantan Timur (Kaltim) telah usai, Kamis (14/1/2021). Saat ini kesepuluh pejabat maupun tokoh itu ha

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Ketua IDI Kaltim Nathaniel Tandirogang menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19. Kartu ini sebagai bukti dirinya telah divaksin Covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemberian vaksin sinovac kepada 10 pejabat di Kalimantan Timur (Kaltim) telah usai, Kamis (14/1/2021).

Saat ini kesepuluh pejabat maupun tokoh itu harus menunggu 14 hari lagi untuk melakukan vaksinasi kedua.

Tujuannya agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan Virus Corona ( covid-19 ).

Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Timur ( IDI Kaltim ) mengatakan vaksin sinovac yang diberikan memiliki persentase keberhasilan cukup tinggi dalam melawan covid-19.

Baca juga: Gempa Bumi Turut Dirasakan Warga di Kota Balikpapan, Sumber Berasal dari Majene Sulawesi Barat

Baca juga: Kronologi Pria di Samarinda Ditemukan Tewas Tergantung, Tinggalkan Pesan pada Dinding Kamar

Baca juga: Besok PPKM Berlaku di Balikpapan, Catat 13 Poin Penting yang Wajib Diperhatikan

Ketua IDI Kaltim Dr. Nathaniel Tandirogang, Jumat (15/1/2021), mengatakan vaksin tersebut efektif dapat melindungi seseorang sebesar 95 persen.

Menurutnya, besar kecil efektivitas vaksin berdasarkan kondisi fisik maupun kekebalan tubuh seseorang dalam merespons vaksin tersebut.

Jika belum ada peningkatan imun secara signifikan, maka seseorang akan disuntik lagi (boosting) dengan vaksin serupa pada vaksinasi kedua atau 14 hari setelah penerima vaksin mendapatkan vaksin covid-19 pertama, tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan covid-19.

"Sejak 14 hari pertama penyuntikan vaksin itu, diharapkan ada peninggian. Tapi nanti sistem imun kita akan turun. Kemudian di-booster lagi disuntikan kedua, harapannya akan tinggi lagi," ucapnya.

Terpisah Dirut RSUD AW Syahranie Dr. David Masjhoer mengatakan, vaksinasi merupakan proses diberikan kuman covid-19 ke dalam tubuh.

Namun kuman yang diberikan itu sudah dimatikan sehingga diharapkan tidak akan menimbulkan proses infeksi.

"Hanya saja, tubuh masih mampu mengenali kuman ini sehingga membentuk antibodi. Nah itu yang diharapkan sebenarnya dari tubuh. Bisa menghasilkan antibodi dari vaksin covid-19. Jadi kalau ada infeksi covid-19, tubuh sudah mengenali dan tidak terjadi penyakit," kata David Masjhoer.

(TribunKaltim.co/Jino Prayudi Kartono)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved