Gempa Sulbar
Beredar Pesan Mamuju akan Dilanda Gempa Dahsyat Plus Tsunami? BMKG Minta Warga Jauhi Pantai & Lereng
Beredar pesan Mamuju akan dilanda gempa dahsyat plus tsunami? BMKG minta warga jauhi pantai & lereng
TRIBUNKALTIM.CO - Masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Mamuju dan Majene masih dihantui gempa susulan.
Diketahui, Sulbar diguncang gempa beberapa kali, dan yang terakhir membuat beberapa bangunan rusak dan runtuh.
Korban jiwa pun berjatuhan akibat gempa di Mamuju dan Majene.
Baru-baru ini beredar pesan akan ada gempa besar disertai tsunami yang akan terjadi di Mamuju.
Dalam pesan tersebut disebutkan Mamuju berpotensi menjadi Palu, yang pernah mengalami bencana gempa dan tsunami.
Baca juga: Update Liga Italia, Jelang Inter Milan vs Juventus, Susunan Pemain Conte Bakal Kejutkan Armada Pirlo
Baca juga: Update Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12, PMO Sorot http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
Baca juga: Aksi Heroik TNI di Gempa Mamuju, Pasang Badan Lindungi Istri & Anak dari Reruntuhan, Ada yang Tewas
Baca juga: Aksi Calon Kapolri Listyo Sigit di Banten Membekas di Ingatan Para Jawara, Hingga Sukses Pecah Rekor
Kabar tersebut langsung direspon Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG).
Meski meminta warga menjauhi pantai dan lereng rawan longsor, BMKG juga memberi penjelasan mengenai pesan berantai yang viral di masyarakat tersebut.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati yang mengunjungi Mamuju, Minggu (17/1/2021), memastikan isi pesan yang beredar soal prediksi bencana gempa yang lebih besar di Mamuju tidak benar.
Dalam pesan yang beredar di WhatsApp dan media sosial lain, disebutkan BMKG juga menyebut akan ada gempa dengan kekuatan magnitudo 7,0 atau lebih.
Isi pesan itu juga menyebutkan warga yang berada di Mamuju harus keluar dari kota itu untuk menyelamatkan diri.
Mengingat, gempa akan disertai tsunami seperti yang terjadi di Palu.
Dwikorita menyebut BMKG tidak pernah memberi analisis seperti itu sesuai rapat yang digelar bersama Forkopimda Sulbar, BNPB, serta Polda dan Kodam.
"Saya mohon masyarakat terutama di Mamuju dan sekitarnya tidak perlu panik dan terpancing terhadap isu apalagi yang mengatakan kekuatannya (gempa) bisa 8,2.
Tidak pernah BMKG mengatakan hal seperti itu," kata Dwikorita kepada wartawan di Mamuju, Minggu siang.
Dwikorita menyebut, yang dikatakan BMKG sebenarnya ialah analisis mengenai gempa susulan yang kurang lebih sebesar gempa pada Jumat (15/1/2021) dini hari.
Namun, potensi yang paling mendekati ialah gempa yang berkekuatan lebih rendah dari gempa pada Jumat dini hari tersebut.