Breaking News:

Virus Corona di PPU

Bupati PPU Instruksikan ke Lurah untuk Tunda Semua Kegiatan yang Sifatnya Mengumpulkan Massa

Surat Edaran ini bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat, guna mengendalikan dan meminimalisir penularan transmisi lokal covid-19.

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud (AGM) mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 440/-/TU/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 19 ( covid-19) di Kabupaten Penajam Paser Utara, 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud (AGM) mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 440/-/TU/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 19 ( covid-19) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Surat Edaran ini bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat, guna mengendalikan dan meminimalisir penularan transmisi lokal covid-19 untuk warga masyarakat khusunya di Kabupaten Penjam Paser Utara, Minggu (17/1/2021).

Selain itu, surat edaran juga mengacu dasar dari kondisi pandemi covid-19 di Kabupaten PPU dengan 5 parameter.

Di antaranya adalah pertama, tingkat kematian 4 persen di atas rata-rata tingkat kematian nasional 3 persen.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 2 Hari Kasus Covid-19 Tembus 22 Orang

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 5 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Tambahan 94 Kasus Hari Ini

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Kukar, Terdapat Penambahan 61 Angka Positif Corona, 48 Pasien Sembuh

Kedua, tingkat kesembuhan 78,9 persen lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional lebih besar 80 persen.

Ketiga, tingkat kasus aktif 27 persen dimana tingkat kasus aktif nasional 28 persen.

Keempat, ketersediaan ICU di RSUD 48 persen dengan rata-rata ketersediaan ICU nasional 70 persen.

Kelima ketersedian kamar isolasi 92 persen dengan rata-rata ketersedian kamar isolasi 70 persen.

Berdasarkan dasar tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten PPU kembali melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di antaranya adalah pemilik usaha atau Cafe untuk tetap mengutamakan pelayanan Take Away (Bungkus).

Dan melayani 50 persen konsumen dari kapasitas ruangan serta waktu operasional hanya sampai 22.00 Wita.

Baca juga: Tantangan Ekonomi Kalimantan Utara di Tengah Pandemi Corona, Kadin Kaltara Soroti Lahan Tidur

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, Muncul 11 Kasus Baru Covid-19, Dua ASN Positif

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved