Virus Corona
Hampir Setahun Pandemi, Tak ada Satupun Suku Baduy Terpapar Covid-19, Ternyata Ini Rahasianya
Namun ternyata warga suku Baduy di pedalaman Provinsi Banten tak ada yang terpapar covid-19
Para penggali makam yang berdinas di TPU Srengseng Sawah diberikan asupan vitamin dari kantor.
Sedangkan Ade (44) setiap pagi rutin menenggak jahe panas untuk menjaga daya tahan tubuh.
"Saya minum jahe setiap pagi. Kita harus jaga kesehatan dan pola makan," tambahnya.
Rutin Ganti Seragam
Yanto juga rutin mengganti seragam setiap hari secara ketat.
Sebelum memasuki rumah, ia terlebih dahulu menanggalkan seragamnya lalu merendamnya di ember.
"Direndam dulu selama dua hari pakai deterjen. Baru dicuci. Saya punya 3 cadangan seragam," ceritanya.
Mandi juga menjadi prioritasnya seusai bekerja di pemakaman.
Usai menanggalkan seragamnya, Yanto bergegas masuk ke kamar mandi sebelum bertemu dengan istri dan anaknya.
"Mandi itu nomor satu. Sebelum masuk rumah, seragam taruh di depan. Baru ambil handuk dan langsung masuk kamar mandi. Demi kesehatan saya dan keluarga," pungkasnya.
Sebuah Ibadah
Para penggali makam pun tak kenal letih menggali pusara untuk jenazah Covid-19.
Sengatan matahari yang memanggang kulit dan hujan yang mengguyur sekujur tubuh tak mengurungkan niat mereka untuk menuntaskan sebuah tugas.
Bagi mereka, tugas memakamkan jenazah Covid-19 adalah sebuah ibadah kepada sang pencipta.
Saat petang merambat, Yanto Suyono (56) tengah melepas lelah bersama petugas makam lainnya di bawah naungan pohon di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-kawasan-pemukiman-suku-baduy.jpg)