Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional Terkini

Respon Budiman Sudjatmiko Jadi Komisaris PTPN V, Jansen Sitindaon Urai Istana Dikelilingi Crazy Rich

Respon Budiman Sudjatmiko jadi Komisaris PTPN V, Jansen Sitindaon urai Istana dikelilingi crazy rich

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kolase Tribun Kaltim
Budiman Sudjatmiko dan politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat politikus PDIP Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PTPN V.

Sebelumnya, aktivis 98 ini sempat menjadi anggota DPR RI,

Pengangkatan Budiman Sudjatmiko ke BUMN ini mendapat respon politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Anak buah AHY tersebut menilai Budiman Sudjatmiko lebih pas berada di ring 1 Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Pasalnya, Jansen Sitindaon menilai lingkaran Istana Negara kini diisi crazy rich yang berasal dari kalangan pengusaha.

Jansen Sitindaon menilai Istana Negara memerlukan sosok seperti Budiman Sudjatmiko.

Baca juga: Ditodong Karni Ilyas Pertanyaan Soal Penanganan & Vaksin Covid-19, Reaksi Sudjiwo Tedjo Mengejutkan

Baca juga: Disiplin Prokes Ketat, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Terinfeksi Corona, Wiku Beber Penyebabnya

Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menganggap penempatan Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V.

Jansen menganggap, posisi tersebut terlalu 'kecil' untuk ukuran aktivis sekaliber Budiman Sudjatmiko.

"Baru tahu dan baca barusan ternyata mas @budimandjatmiko jadi Komisaris. Selamat mas Bud. Walaupun jujur menurutku untuk kelas "legenda", kampium aktivis dan orang pintar dr Cambridge seperti jenengan, ini terlalu kecil dan kurang pas lah sebenarnya. Tapi apapun itu sehat selalulah mas," tulis Jansen Sitindaon dikutip Wartakotalive.com dari akun Twitternya, Minggu (24/1/2021).

Harusnya, kata Jansen, Budiman Sudjatmiko bisa mendapatkan posisi yang lebih terhormat di lingkungan dekat Istana.

Sebab, kata Jansen, di lingkungan Istana saat ini banyak diisi kalangan pengusaha.

Maka dari itu, ia menganggap Istana butuh aktivis seperti Budiman.

"Menurutku kelas mas Bud ini harusnya ada di ring 1 istana dekat-dekat Presiden. Soal jabatannya terserahlah entah apa. Karena di tengah begitu banyak pengusaha/ "crazy rich" hari ini di kabinet, kita butuh aktivis berekam jejak seperti mas Bud ini. Pasti akan ada gunanyalah untuk kebaikan," imbuhnya

Baca juga: Info Terbaru Harun Masiku, Boyamin Saiman Beber Hal Mengejutkan ke Karni Ilyas, Tak Bisa Dibekuk KPK

Tuai sindiran

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mendapatkan banyak sindiran setelah dirinya menerima pengangkatan sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V.

Budiman dianggap sudah 'menggadaikan' idealismenya yang terbangun sejak dirinya menjadi seorang aktivis.

Budiman dikenal aktivis dan politikus yang anti terhadap orde baru dan kepemimpinannya. Bahkan, ia pernah merasakan penjara di masa orde baru.

Dan kini, Budiman dituding diangkat menjadi komisaris BUMN melalui 'jalur khusus' lantaran dirinya merupakan tim sukses Joko Widodo-Maruf Amin dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Penganggkatan dirinya juga dianggap tidak lepas karena dia adalah kader partai penguasa.

Salah satu kritikan datang dari aktivis Dandhy Laksono.

Dalam akun Twitternya, Dhandy menyinggung soal pengangkatan Budiman Sudjatmiko sebagai komisaris perkebunan kelapa sawit.

Dengan nada satir, Dandhy juga meminta agar Budiman Sudjatmiko tidak dibully.

"Menolak hak penentuan nasib sendiri bagi Papua, menerima posisi komisaris perkebunan sawit, dan hutan Papua sedang dikepung sawit. Seperti menolak kemerdekaan Kuba dari Spanyol, dan menjadi komisaris perkebunan tebu. Kenapa dibully? Bukankah ini yang disebut konsisten? :)," sindir Dandhy Laksono di akun Twitternya, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Blak-blakan ke Bos ILC Karni Ilyas, Sandiaga Uno Bocorkan Tolak Tawaran Prabowo, Pendukung Kecewa

Meski tidak memention siapapun, Budiman Sudjatmiko yang sadar bahwa cuitan itu tertuju kepada dirinya segera merespon.

Budiman kemudian mengungkit perdebatan yang pernah mereka lakukan dan mencibir dengan menyebut Dandhy tidak 'segalak dan setajam' yang dia bayangkan sebelumnya.

"Kukira berani mention. Ternyata harus orang lain yg mention hehehe...Saat kuajak debat tatap muka, kukira galak dan tajam. Gak tahunya aktor," balas Budiman.

Dandhy pun membalas cuitan dari Budiman itu dengan kembali menyelipkan kalimat satir.

Ia menyebut, cuitannya itu adalah bentuk pujian kepada Budiman Sudjatmiko.

"Itu pujian atas konsistensi. Jangan terlalu sensitif. Lagipula menjadi galak dan tajam bukan tujuan berdebat. Kurang galak dan tajam apa perdebatan Jokowi dan Prabowo? Selamat, Bung," tulis Dandhy.

Di sela perang argumen itu, sejumlah warganet mengingatkan tentang idealisme Budiman Sudjatmiko yang sebelumnya begitu anti terhadap praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Serius nanya...dulu kalian membusungkan dada bilang berani lawan KKN zaman Orba.... N itu artinya apa? masih ingat arti Nepotisme ga, atau udah amnesia?" tulis @Indoasli2

Diberitakan sebelumnya, politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V.

Hal ini diketahui dalam unggahan resmi akun PTPN V.

"Selamat dan sukses kepada Bapak Budiman Sudjatmiko atas pengangkatan sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V," tulis akun tersebut dilihat Wartakotalive.com, Jumat (22/1/2021).

PT Perkebunan Nusantara V adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet.

PTPN V berkantor pusat di Pekanbaru dengan lokasi kerja di provinsi Riau.

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko mengungkapkan sejumlah hal yang akan dia lakukan ketika menjabat sebagai komisaris independen di PTPN V.

Menjawab pertanyaan sejumlah warganet, Budiman akan mengembangkan inovasi bioteknologi tanaman perkebunan.

"Ya saya sudah bicara pada direksi bahwa saya dengan tim di belakang saya akan membantu soal inovasi bioteknologi tanaman perkebunan kita dan pemberdayaan ekonomi rakyat di sekitar perkebunan. Kebetulan itu yang jadi interest saya dan tim saya," tulis Budiman di akun Twitternya, Jumat.

Selain itu, akan melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar perkebunan.

"Pemberdayaan masyarakat desa sekitar perkebunan dan inovasi teknologi produksi tanaman berbasis keanekaragaman hayati. Itu yang terlintas di kepala saya utk saya sampaikan ke direksi sebagai KPI (Key Performance Indicators) PTPN V," ungkapnya

Profil Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko adalah seorang politisi Indonesia yang lahir di Cilacap pada 10 Maret 1970.

Memiliki istri dan anak bernama Kesi Yovana dan Puti Jasmina Kharisma Sudjatmiko.

Mengawali karier sebagai seorang aktivis, Budiman Sudjatmiko dikenal sebagai politikus dan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

Saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Budiman Sudjatmiko pernah terlibat dalam gerakan mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko terjun sebagai community organizer yang melakukan proses pemberdayaan politik, organisasi dan ekonomi.

Tahun 1996, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan Partai Rakyat Demokrasi (PRD) Partai Rakyat Demokratik.

Dari pembentukan partai tersebut, Budiman Sudjatmiko dipenjara oleh pemerintah Orde Baru dan divonis 13 tahun penjara.

Partai Rakyat Demokratik dianggap menjadi dalang yang memicu kerusuhan di Jakata pada 27 Juli 1996

Setelah dibebaskan, Budiman Sudjatmiko menempuh studi di bidang Ilmu Politik di Universitas London.

Serta melanjutkan kuliah masternya di Universitas Cambridge.

Baca juga: Terjawab Nasib Karni Ilyas & Eks Stafsus Jokowi Kasus Dugaan Korupsi Tanah Labuan Bajo, 30 Ha Hilang

Kembali ke Indonesia, Budiman Sudjatmiko bergabung dengan PDI Perjuangan.

Budiman Sudjatmiko juga membentuk organisasi REPDEM (Relawan Perjuangan Demokrasi).

Kemudian pada tahun 2009, Budiman Sudjatmiko terpilih sebagai anggota DPR RI dengan dapil Jawa Tengah.

Budiman Sudjatmiko kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Budiman Sudjatmiko juga didapuk sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

(TribunKaltim.co/ Rafan A Dwinanto)

Artikel ini telah tayang dengan judul Jansen Sitindaon Sayangkan Budiman Sudjatmiko Hanya Jadi Komisaris, Harusnya di Ring Satu Istana, https://wartakota.tribunnews.com/2021/01/24/jansen-sitindaon-sayangkan-budiman-sudjatmiko-hanya-jadi-komisaris-harusnya-di-ring-satu-istana?page=all.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved