Virus Corona di Balikpapan
1000 Tenaga Kesehatan di Balikpapan Disuntik Vaksin Sinovac dalam Satu Hari
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, merasa optimis, target pemberian vaksin Sinovac kepada para tenaga kesehatan.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
"Jika malam ada yang jaga malam, nakes bisa saling menolong untuk penyuntikan vaksin satu sama lain," jelasnya.
Sebelum Divaksin agar Minum Vitamin
Vaksinasi untuk penanganan virus berbahaya Covid-19 di Kabupaten Kutai Timur akan dilaksanakan Sabtu (30/01/2021) besok bagi para tokoh masyarakat.
Beberapa hal perlu disiapkan oleh penerima vaksin sebelum Vaksinasi dilaksanakan.
Menurut drg Rina Puspita dan Sri Warsina Amd Keb, selaku vaksinator di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur kesiapan fisik menjadi hal utama.
Baca juga: DOB Samarinda Seberang Kembali Digaungkan, Jafar Abdul Gaffar Ingin Pemekaran Segera Terealisasi
Baca juga: Pengamat Beri Opsi Pertimbangkan Istri Gantikan Thohari Aziz Jadi Wakil Walikota Balikpapan
Mengonsumsi vitamin di malam hari agar badan lebih bugar dapat dilakukan.
"Sebelum divaksin, malamnya minum vitamin dulu supaya badannya fit juga bisa," kata Rina, Jumat (29/01/21)
Pada hari pelaksanaan penerima vaksin harus makan terlebih dahulu agar tidak ada reaksi di lambungnya, sebab segelintir orang yang belum makan merasa ada reaksi di lambungnya.
"Di hari vaksinasi kita harus sarapan dulu sebelum berangkat, karena kalau tidak sarapan setelah divaksin itu ada pasien yang mengeluh ada reaksi di lambungnya, setelah divaksin makan ya aman," ujarnya.
Baca juga: PPKM Dinilai tak Efektif, GPII Kritisi Kebijakan Pemkot Balikpapan
Baca juga: Camat Loa Janan Ilir Samarinda Tegaskan Pemilik tak Pernah Minta Izin untuk Pematangan Lahan
Kondisi badan yang bugar sangat diperlukan baik vaksinasi Covid-19 maupun vaksinasi lain.
"Terus kondisi badan juga harus sehat, sama seperti vaksin biasa," tutur Rina
Sri menambahkan, bahwa pelaksanaan sebelum divaksin Covid-19 sama dengan vaksin lainnya.
Sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir.
"Sebenarnya vaksin penyakit apapun kesiapannya sama, seperti bayi itu kalau mau divaksin kan harus dalam kondisi sehat," ucapnya.
Baca juga: Bertahan di Angka Ratusan, Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan Didominasi Usia Muda
Hanya kriteria yang membedakan vaksin Covid-19 dengan vaksin penyakit lain.
"Cuma bedanya kalau Covid-19 ini kan bisa tidak divaksin jika si penerima ternyata pernah terpapar virus itu, terus sedang dalam menyusui, ibu hamil, memiliki penyakit tertentu," ucap Sri.
Penulis Miftah Aulia Anggraini dan Dini A| Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/andi-sri-juluarty-mendapat-suntikan-vaksin-covid-19.jpg)