Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Naik, Warga Balikpapan Ramai-ramai Beralih ke Pertalite
Sejumlah SPBU terlihat mengalami penurunan pembeli Pertamax, sementara antrean kendaraan yang mengisi Pertalite justru mengular panjang
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.650 per liter memicu migrasi konsumen ke Pertalite di Balikpapan
- Antrean kendaraan pengisi Pertalite mengular panjang hingga ke jalan raya di depan Hotel MaxOne
- Warga mengeluhkan kerumitan pendaftaran barcode MyPertamina sebagai syarat pembelian BBM subsidi
- Pihak SPBU memperketat pengawasan dengan membatasi pengisian Pertalite maksimal 40 liter per hari
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hari kedua pasca kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.650 per liter, pola konsumsi bahan bakar masyarakat Kota Balikpapan mulai berubah drastis.
Sejumlah SPBU terlihat mengalami penurunan pembeli Pertamax, sementara antrean kendaraan yang mengisi Pertalite justru mengular panjang.
Dari pantauan Tribunkaltim.co di SPBU nomor 61.761.03 Jalan MT Haryono Balikpapan sejak Kamis (11/6/2026) pukul 08:12 Wita hingga pukul 10.50 Wita, menunjukkan stang dispenser pengisian Pertamax nyaris tanpa aktivitas.
Hanya terlihat satu dua kendaraan yang sedang mengisi BBM jenis pertama 92 itu.
Sebaliknya, jalur pengisian Pertalite dipadati kendaraan, terutama roda empat. Antrean bahkan terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan mencapai seberang jalan di depan Hotel MaxOne.
Sejumlah pengendara mengaku terpaksa beralih ke Pertalite karena harga Pertamax yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan pengeluaran harian.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, SPBU Swasta Ikut Naikkan Harga, Perbandingan Harga BBM Pertamina, BP dan Vivo
"Nggak apa-apa deh isi Pertalite aja dulu, karena harga Pertamax juga sekarang tahu sendiri kan naik. Kenaikannya juga nggak masuk akal," ujar Andi, salah seorang pengendara mobil yang ditemui saat mengantre di SPBU MT Haryono.
Fenomena perpindahan konsumsi BBM ini juga diikuti meningkatnya permintaan pendaftaran barcode subsidi melalui aplikasi MyPertamina.
Namun, sejumlah warga mengeluhkan proses pendaftaran yang dianggap cukup rumit dan sering mengalami kendala akses.
"Bikin barcode-nya dari aplikasi MyPertamina, tapi ya harus sabar karena bolak-balik aksesnya lemot lagi," keluh Naomi, pengendara roda empat lainnya.
Menurut para pengendara, kepemilikan barcode menjadi syarat mutlak untuk dapat membeli Pertalite. Selain barcode yang telah terdaftar, pemilik kendaraan juga diwajibkan menunjukkan STNK yang sesuai dengan data kendaraan saat melakukan pengisian.
"Wajib pakai barcode sama nunjukin STNK. Kalau nggak ada itu, nggak dilayani sama operatornya," kata Nurlia Gabriella yang juga sedang mengantre pengisian BBM.
Perketat Pengawasan Distribusi BBM
Di sisi lain, pihak SPBU memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi guna memastikan penyaluran tepat sasaran. Melalui pengeras suara yang diputar secara berkala, pengelola SPBU mengingatkan seluruh pelanggan agar mematuhi aturan pengisian Pertalite.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa setiap kendaraan hanya diperbolehkan melakukan pengisian Pertalite satu kali dalam sehari dengan batas maksimal 40 liter untuk kendaraan roda empat.
"Pelanggan yang terhormat, demi kelancaran pelayanan dan keadilan bagi seluruh pengguna jalan, kami tidak melayani pengisian Pertalite berulang kali pada hari yang sama. Pastikan pengisian Anda sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku," demikian bunyi pengumuman yang terus diperdengarkan melalui pengeras suara SPBU MT Haryono.
Baca juga: Warga Penajam Paser Utara Siasati Antrean BBM dengan Membeli Pertamax
| Harga Pertamax Naik, SPBU Swasta Ikut Naikkan Harga, Perbandingan Harga BBM Pertamina, BP dan Vivo |
|
|---|
| Masyarakat Makin Tercekik, Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter, Warga Mulai Tekan Pengeluaran |
|
|---|
| Antrean Panjang SPBU Berau Dinilai Lebih Membebani Warga daripada Kenaikan Harga Pertamax |
|
|---|
| Pengamat Unmul Kritik Kenaikan Pertamax, Rupiah Jeblok, Sembako Naik, Rakyat Dipaksa Telan Pil Pahit |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik di Kaltim jadi Rp16.650, Penjualan BBM SPBU Tanah Grogot Tetap Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260711-SPBU.jpg)