Mata Najwa
Di Mata Najwa, Penerima Bansos Covid-19 Bongkar Fakta Beras Berkutu dan tak Layak Dikonsumsi
Di acara Mata Najwa, penerima bansos Covid-19 buka-bukaan membongkar fakta buruknya bantuan sembako yang mereka terima dari pemerintah.
TRIBUNKALTIM.CO - Di acara Mata Najwa, penerima bansos Covid-19 buka-bukaan membongkar fakta buruknya bantuan sembako yang mereka terima dari pemerintah.
Acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab tayang Rabu (11/2/2021) malam di Trans7, dengan mengangkat tema "Ironi Korupsi Kala Pandemi".
Pada edisi tersebut, Mata Najwa membahas sederet fakta-fakta kecurangan di balik penyaluran bansos Covid-19.
Ujungnya adalah kasus korupsi di lingkungan Kementerian Sosial yang menjerat eks Menteri Sosial, Juliari Batubara.
Yang menarik ketika Mata Najwa memutar kesaksian sejumlah warga penerima bansos Covid-19.
Mereka mengaku mendapat beras bantuan yang sudah berkutu, kusam, dan tak layak dikonsumsi.
Baca juga: Di Mata Najwa, Wapres Maruf Amin Tak Tinggal Diam Siswi Dipaksa Berjilbab, Nadiem Makarim Bereaksi
Baca juga: Cerita Pilu Evi di Mata Najwa, Hubungi 30 Rumah Sakit tak Ada yang Menampung hingga Mertua Meninggal
Paket bansos ini diterima oleh keluarga Alexander Matius, salah satu warga di kawasan Jakarta.
"Kalau berasnya berkutu, sudah jelas. Ada yang dalam kondisi yang masih oke, ada yang rada kusam, jadi harus dipisah karena (berasnya) dalam satu kemasan," ungkap Alexander Matius, salah satu penerima bansos Kemensos ketika tampil di acara Mata Najwa, seperti dikutip dari Twitter @MataNajwa.
Alex mengaku, beras bantuan tersebut setelah dimasak jadi warna-warni, ada yang putih, ada yang sedikit gelap seperti dituang kuah.
"Baunya seperti gabah. Rasanya, karena mungkin pengaruh aroma, seperti makan tapi beraroma gabah, beda banget sama nasi pada umumnya. Agak aneh rasanya," kata Alexander.
Tidak hanya Alex, kasus serupa juga dialami oleh penerima bansos di sejumlah daerah.
Seperti penuturan Sofyan dari Cianjur, Jawa Barat dan ibu Mimin dari Jakarta Selatan.
"Yang menerima (bansos) sebenarnya ibu saya. Bantuannya senilai Rp 200 ribu, tapi barang-barangnya ternyata tidak sampai Rp 200 ribu," kata Muhamad Sofiyan, dikutip dari cuitan Twitter @MataNajwa, Rabu (10/2/2021).