Mata Najwa
Di Mata Najwa, Penerima Bansos Covid-19 Bongkar Fakta Beras Berkutu dan tak Layak Dikonsumsi
Di acara Mata Najwa, penerima bansos Covid-19 buka-bukaan membongkar fakta buruknya bantuan sembako yang mereka terima dari pemerintah.
"Saya mendapat masukan dari masyarakat, saya mewakili suara masyarakat karena masyarakat tidak ada keberanian untuk menyampaikan keluhan ini," terang Sofiyan.
Baca juga: Emosi Najwa Shihab Terkuras Saat Syuting Mata Najwa, Mungkin Kita Sudah Lelah Tapi Virusnya Belum
Menurut Sofiyan, dari Rp 200 ribu, yang didapat oleh warga tidak sampai Rp 200 ribu.
Adapun rincian barang yang diterima, yakni beras 10 kilogram, ayam 1 kilogram, telur setengah kilogram, kacang hijau seperempat kilogram, jeruk 2 buah, dan kentang setengah kilogram.
Jika ditotal, menurut Sofiyan, tidak sampai Rp 200 ribu.
"Jika diukur dari harga (pasaran) di Cianjur, paling sekitar Rp 145.000-an lah," katanya.
Kondisi tersebut sudah dialami selama beberapa bulan, namun masyarakat masih sabar.
Hingga akhirnya Sofiyan mengadukan masalah tersebut ke kepala desa.
"Kepala desa bilang, petugas desa hanya memonitor. Kemarin saya juga (sempat) dipanggil supplier yang mengirim barang pokoknya," kata Sofiyan.
Baca juga: 16 Hari di ICU, Eks Pasien Covid-19 Buka-bukaan di Mata Najwa Betapa Sakitnya Dipasangi Ventilator
Cerita serupa juga diungkap Mimin, warga Jakarta Selatan di acara Mata Najwa.
Dalam sebulan, dia dua kali dapat bantuan berupa beras, minyak goreng, biskuit, mi instan.
"Hanya saja berasnya bau, hitam, berkutu, tidak enak dimakan, ikan kaleng juga tidak enak. Yang bagus susu, biskuit sama minyak," terang Mimin.
Daripada tak dimakan, Mimin mengakali beras bantuan tersebut dicuci hingga berulang kali.
"Tapi tetap aja nggak enak dimakan, kadang berair," kata Mimin.