Berita Nunukan Terkini
Kabar Terkini Nasib 7 WNI yang Ditangkap Polis Marin Malaysia di Perairan Simpang Tiga
Penangkapan 7 Warga Negara Indonesia (WNI) di jalur perairan simpang tiga Malaysia-Sei Ular, kini harus menjalani karantina.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Penangkapan 7 Warga Negara Indonesia (WNI) di jalur perairan simpang tiga Malaysia-Sei Ular, kini harus menjalani karantina di Wisma Institut Pendidikan Guru Tawau, Malaysia.
Dikabarkan 7 WNI yang tangkap Polis Marin Malaysia Rabu (10/02/2021) malam itu, harus mejalani karantina selama 10 hari.
7 WNI itu adalah Bajib Mesak, Elvi, Eti umur 3 tahun, Bakumpul, Serdy, Darboy, Rahman (motoris speed).
Saat dikonfirmasi, Darboy mengatakan dirinya bersama 6 WNI lainnya dalam keadaan baik-baik saja.
Baca Juga: Kaltim Terbesar Kedua Nasional Covid-19, Sabtu Minggu di Rumah Saja, Diskominfo: Ini Signal Merah
Baca Juga: Jadwal Walikota Balikpapan Rizal Effendi Disuntik Vaksin Tahap 3 Bersama Petugas Pelayanan Publik
"Keadaan kami baik-baik saja dan tidak ada yang mendapat perlakuan kasar," kata Darboy kepada TribunKaltara.com, melalui WhatsApp, Minggu (14/02/2021), pukul 10.00 Wita.
Menurut pengakuan Darboy, dirinya dan 5 WNI lainnya akan dilakukan swab oleh petugas kesehatan di Tawau, Malaysia hari ini.
"Semoga tidak ada perubahan jadwal swab hari ini dan hasilnya negatif," ucapnya.
Sementara itu, baru Elvi yang sejak beberapa hari lalu sudah dilakukan swab dan hasilnya negatif.
Diantara 7 WNI itu, Eti (3) juga turut ditangkap malam itu, lantaran ikut bersama di dalam speed boat untuk mengantarkan ibunya (Elvi) ke klinik swasta di Nunukan.
Darboy berharap, Pemerintah Indonesia tak tinggal diam melihat dirinya dan 6 WNI lainnya yang tangkap tanpa alasan yang jelas.
"Saya berharap Pemerintah Indonesia tetap intens komunikasi dengan pihak Imigrasi Tawau, agar kami bisa pulang ke Indonesia. Biarkan kami karantina mandiri di Indonesia," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar penangkapan 7 WNI pada Rabu lalu di jalur laut perbatasan RI-Malaysia, tepatnya simpang tiga Malaysia-Sei Ular, menyita perhatian publik Kaltara hingga Pemerintah Pusat.
Namun, hingga kini kabar penangkapan 7 warga Sebuku itu belum diketahui pasti alasan Polis Marin Malaysia menangkap mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kini-harus-menjalani-karantina-di-wisma-institut.jpg)