Rabu, 22 April 2026

News Video

NEWS VIDEO Rakyat Myanmar Panik, Muncul Kabar Militer Bebaskan 23.000 Tahanan

Rakyat Myanmar juga semakin waswas setelah junta militer membebaskan 23.000 tahanan pada Jumat (12/2/2021) melalui amnesti.

TRIBUNKALTIM.CO - Rakyat Myanmar panik dan khawatir setelah muncul kabar bahwa militer mengerahkan para preman untuk menciptakan kerusuhan.

Para preman tersebut diduga bekerja untuk militer dan berencana melakukan pembakaran, perampokan, dan merancuni sumur milik umum sebagaimana dilansir dari Arab News, Sabtu (13/2/2021).

Rakyat Myanmar juga semakin waswas setelah junta militer membebaskan 23.000 tahanan pada Jumat (12/2/2021) melalui amnesti.

Salah satu warga Hlaing di Yangon, Aye Kyu (54) mengatakan bahwa tetangganya berjaga-jaga di wilayah tempat tinggalnya setiap malam.

Baca juga: NEWS VIDEO Kesaksian WNI saat Gempa Magnitudo 7,3 di Jepang

Mereka mulai meronda sejak Jumat ketika junta membebaskan lebih dari 23.000 tahanan.

"Itu sangat mirip dengan situasi hanya beberapa hari sebelum penumpasan brutal militer terhadap pengunjuk rasa pada 1988," kata Aye kepada Arab News.

Dia menambahkan, kala itu junta militer juga mengerahkan para preman untuk menciptakan kerusuhan dan kekacauan.

“Mereka sekarang membutuhkan alasan untuk menindak kami.

Jadi mereka menciptakan situasi kacau dengan membuat orang merasa tidak aman dan merespons dengan panik,” imbuh Aye.

Baca juga: NEWS VIDEO Kenapa Jepang Sering Terjadi Gempa Bumi? Berikut Penjelasannya

Setiap malam, sekitar 10 pria dewasa berpatroli dan meronda di wilayah tempat tinggalnya untuk melindungi warga dan diri mereka sendiri.

“Kami tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk melindungi kami. Polisi dan tentara bertindak layaknya preman bagi kami,” tutur Aye.

Sementara itu, salah satu warga Mingalar Taung Nyunt di Yangon, Ko Phyo, juga mengatakan bahwa para pria di wilayahnya juga menggelar ronda malam.

Ko Phyo mengatakan, penduduk juga mulai mengenakan helm putih untuk memudahkan identifikasi dan membedakan diri dari orang asing.

Baca juga: NEWS VIDEO Misteri Kutukan Nomor 9 AC Milan, Mario Mandzukic Bersiap Jadi Korban Terbaru

"Kami akan mengadakan serangkaian pertemuan hari ini dan dalam beberapa hari mendatang untuk membuat patroli lebih sistematis," katanya kepada Arab News, Minggu (14/2/2021).

Junta militer juga menggodok undang-undang yang memberikan kewenangan aparat untuk menahan siapa pun tanpa surat perintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved