Virus Corona di Kutim
Satgas Covid-19 Kutim Rapat Evaluasi 2 Jam, Sorot Vaksin Sinovac Tahap 2 dan PPKM Mikro
Satuan tugas (Satgas) Covid-19 pada Kabupaten Kutai Timur melaksanakan rapat evaluasi.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Satuan tugas (Satgas) Covid-19 pada Kabupaten Kutai Timur melaksanakan rapat evaluasi.
Pertemuan itu terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Kutai Timur yang dilangsungkan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Timur atau BPBD Kutim pada Selasa (23/2/2021).
Rapat tersebut membahas kedatangan Vaksin Sinovac tahap 2.
Juga penanganan dengan pembatasan kegiatan masyarakat di tempat keramaian seperti pasar dan cafe, juga tindakan lainnya atau PPKM Mikro.
Baca Juga: Mantan Bupati Kutim Ismunandar dan Ketua DPRD Encek Dicabut Hak Politiknya, Bayar Uang Pengganti
Selama kurang lebih 2 jam rapat itu dipimpin oleh Pelaksana harian Bupati Kutim, Irawansyah yang dihadiri Ketua DPRD Joni.
Juga ada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0909/Sangatta Letkol Inf Czi Pabate, Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani Hasanal, Kepala BPBD Syafruddin, Kepala Bagian Operasional AKP La Ode Prasetyo Fuad.
Dan Perwakilan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sangatta, Perwakilan Kejaksaan Negeri Sangatta, Perwakilan Pengadilan Negeri Kutim, Perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja.
Terkait vaksin tahap 2 yang akan datang untuk Kutim berjumlah 2.431 vial yang ditujukkan pada pelayan publik.
"Vaksin nanti yang datang 2.431 di Kutai Timur untuk pelayan publik, itu guru-guru, TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara(ASN), tokoh agama, Satpol PP, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal
Meski Kutim tidak memiliki kriteria Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetapi diganti dengan mulai diterapkannya PPKM Mikro yang diawasi langsung oleh aparat di tingkat desa atau rukun tetangga wilayah tersebut.
Pemberlakuan itu juga menyasar pada kepala kecamatan untuk membantu program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Semua Pakai Rapid Antigen, Kasus Covid-19 di Balikpapan dalam Dua Hari ke Depan Naik Signifikan
Terkait tempat keramaian, selama patroli yang dilakukan tim satgas covid-19, di tempat keramaian seperti cafe sangat disayangkan pengunjung.
Khususnya anak muda begitu acuh dengan protokol kesehatan khususnya seperti yang diungkapkan oleh Kepala BPBD Syafruddin.
Selama ini kalau ke cafe-cafe patroli anak muda atau remaja itu sering acuh dengan protokol kesehatan sudah diberi tahu untuk pulang dan menerapkan 5M masih saja tidak didengar.
"Tentu kita perlu tindak tegas dengan mensosialisasikan ke sekolah atau kampus begitu," ucapnya.
Untuk diketahui 5M merupakan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas.
Menurut Pelaksana harian Bupati Dr. Drs. H. Irawansyah M.Si seluruh upaya telah dimaksimalkan oleh tim satgas dan seluruh elemen masyarakat namun, virus ini masih ada maka segala cara harus tetap terus berjalan.
"Semua kegiatan dan upaya sudah kita lakukan, tetapi Covid-19 masih ada, tapi kita harus terus berupaya," katanya.
"Kita berharap upaya-upaya kita dengan sumber daya yang ada dengan kemampuan kita, yang harus kita optimalkan," tambahnya.
Baca Juga: Ratusan Personel Polisi di Samarinda Ikut Rapid Test Covid-19, Begini Hasilnya
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0909/Sangatta Letkol Inf Czi Pabate pun menyampaikan bahwa melawan Covid-19 ini juga perlu mengeratkan kekompakkan agar dapat berpikir bersama untuk menghentikan penyebaran virus Corona mematikan ini.
"Kita harus semangat, kompak, kita jaga kekompakan itu supaya bisa tertangani, sehingga kita bisa berpikir bersama-sama untuk cepat keluar dari pandemi ini," tuturnya.
Penulis Dini Anggita | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dilangsungkan-di-kantor-badan-penanggulangan.jpg)