Kesehatan
Mitos-mitos Seputar Gula, Apa Benar Gula Jadi Menyebabkan Penyakit Diabetes? Ini Penjelasannya
Ini mitos - mitos Seputar gula, Apa Benar gula Jadi menyebabkan penyakit diabetes? Ini Penjelasannya
TRIBUNKALTIM.CO - Ini mitos - mitos Seputar gula, Apa Benar gula Jadi menyebabkan penyakit diabetes? Ini Penjelasannya
Selama berabad-abad, pemanis kristal ini telah menyerbu makanan ringan, minuman, nyali, dan pikiran semua orang.
Mungkin semua orang sudah mengenal apa itu gula beserta konsepnya.
Gula adalah karbohidrat larut, molekul biologis yang terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen.
Glukosa dan fruktosa merupakan gula sederhana, atau monosakarida.
Kemudian, gula pasir adalah gula majemuk, atau disakarida, yang dikenal sebagai sukrosa, yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.
Selama pencernaan, tubuh memecah disakarida menjadi monosakarida.
Namun, sifat kimiawi gula tidak menjelaskan keburukannya.
Zat tersebut mendapat reputasi pengecut karena rasanya yang enak tapi jika dikonsumsi terlalu bebas, berakibat buruk bagi kesehatan.
Baca juga: Ternyata Cuka Apel Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh, Diantaranya Menurunkan Kadar Gula Darah
Baca juga: Jangan Sepelekan Bumbu Dapur yang Satu ini, Berikut Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan Tubuh
Dirangkum dari Medical News Today, inilah 5 mitos seputar gula dan dampaknya saat dikonsumsi.
1. Adiktif
Beberapa ahli percaya gula adalah zat adiktif.
Namun, sejumlah peneliti ada yang berseberangan dengan itu.
Dr. Dominic M. Dwyer dari Fakultas Psikologi Cardiff University menjelaskan, meskipun ada pada sebagian orang, perilaku seperti kecanduan terhadap gula dan makanan lain hanya ada pada sebagian kecil individu yang mengalami obesitas.
Sejalan dengan itu, Prof. David Nutt, Ketua Komite Ilmiah Independen tentang Narkoba serta Kepala Departemen Neuropsikofarmakologi dan Pencitraan Molekuler di Imperial College London, menulis:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-gula_20150607_151450.jpg)