Selasa, 9 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Peserta MTQ Mugirejo Sungai Pinang Samarinda, Menggugah Semangat Kaderisasi Qurani

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 43, berlangsung sampai Jumat 5 Maret di Kecamatan Sungai Pinang bertempat di Kantor Kelurahan Mugirejo.

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
MTQ SUNGAI PINANG - Peserta mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 43 berlangsung sampai Jumat 5 Maret di Kecamatan Sungai Pinang bertempat di kantor Kelurahan Mugirejo, 27 Februari sampai 5 Maret 2021, Jumat (5/3/2021). Dari MTQ diharapkan kaderisasi generasi Qurani terus berlanjut.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 43, berlangsung sampai Jumat 5 Maret di Kecamatan Sungai Pinang bertempat di Kantor Kelurahan Mugirejo, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 27 Februari sampai 5 Maret 2021.

Dihadiri oleh ibu Camat Siti Hasanah dengan jumlah  peserta 150 orang berasal dari seluruh Kecamatan Sungai Pinang dan dengan Kelurahan Mugirejo sebagai tuan rumah.

Panitia yang juga Seketaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ )Kecamatan Sungai Pinang, Mahmutya didampingi Lurah Mugirejo Syarif Hidayat, Jumat (5/3/2021).

Dia mengungkapkan, MTQ untuk Kecamatan Sungai Pinang diikuti 150 peserta.

Baca juga: Kejari Samarinda Kembangkan Penyelidikan Dana Hibah KONI, Himpun Para Saksi, Sekkot Bantah Dipanggil

Kelurahan Gunung Lingai 25 peserta dengan 3 ofisial dan 3 pelatih.

Kelurahan Temindung Permai terdiri dari 29 perserta, 3 pelatih, 3 ofisial, Kelurahan Sungai Pinang Dalam (SPD) 26 Peserta, 3 pelatih, 3 ofisial.

Kelurahan Temindung Permai 29 perserta 3 pelatih, 3 ofisial.

Baca juga: LPTQ Kabupaten Paser Mantapkan Pelatihan Jelang MTQ Ke-42 Mendatang di Bontang

Kelurahan Bandara ada  28 peserta dengan 3 Pelatih, 3 Oficial.

Kelurahan Mugirejo, 50 peserta 9 pelatih. "5 Official serta ada beberapa peserta yang absen," ungkap Mahmutya.

Susana MTQ kali ini berbeda dari tahun tahum sebelumnya.

Baca juga: Pesan Sabani pada Kontingen Kaltim di MTQ Nasional Sumbar, Percaya Diri dan Tetap Waspada Covid

Protokol kesehatan tampak sejak dari halaman Kantor Kelurahan Mugirejo.

Tersedia tempat cuci tangan, kemudian peserta dewan hakim, juga MC atau announcer disediakan layar juga harus pakai protokol kesehatan.

MTQ 43 berjalan sesuai protokol kesehatan sesuai Undang Undang tentamg protokol kesehatan

Sebelumnya, November 2020 MTQ dilakukan sesuai Undang-undang tetap protokol kesehatan.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kukar, Covid-19 Belum Bisa Dikendalikan, Gelaran MTQ Tahun 2020 Ditiadakan

Selain membaca quran tampak karya desain kaligrafi di halaman depan dan sejumlah ruang kantor kelurahan Mugirejo.

"Terpampang dengan paduan warna," lanjut Mahmutya.

Lurah Mugirejo Syarif Hidayat berharap dari pelaksanaan MTQ seluruh warga meningkatkan iman dan taqwa.

"Meskipun ditengah pandemi covid 19.Iman harus tetap dijaga selain imunitas," sebutnya.

Baca juga: Masih Masa Pandemi, MTQ Provinsi Kaltara Bakal Digelar Secara Virtual

Ahmad Fauzi Abdurrahman (29), peserta MTQ, ustad dari Kecamatan Sungai Pinang sangat mengapresiasi kepedulian Camat Sungai Pinang dan Lurah Mugirejo.

"Saya sendiri saja karena kondisi pandemi belum bisa melibatkan keluarga karena mereka belum banyak menyaksikan," ujarnya. 

"Kita apresiasi kendati ditengah pandemi covid 19 masih mewabah tak mematikan langkah mencari kader qurani," katanya. 

Suasana tetap berbeda karena lebih sepi ketimbang MTQ dimasa normal.

Baca juga: Tak Lolos Kompetisi Mengaji Nasional, Gadis Asal Kutim Tetap Semangat dan Siapkan Diri ke MTQ Padang

Penonton sangat kelihatan perbedaannya di ruang yang dibatasi diluar daripada ruang peserta MTQ dan bisa menyakiskan jalannya MTQ melalui layar lebar tv yang disediakan di kantor Kelurahan Mugirejo.

"Maupun di Media Sosial Youtube dan Instagram," tutur peserta yang juga dosen di IAIN serta pembina tahfidz di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca juga: Oknum Kepolisian Pelaku Amoral Terhadap 5 Bocah SD, Pernah Juara MTQ dan Masuk Dangdut Academy

Ahmad Fauzi Abdurrahman, yang merupakan lulusan kuliah jurusan fiqih dan sarjana usul fiqih di Hadramaut negara Yaman.

Kemudian S2 hukum keluarga Islam IAIN mengungkapkan mengikuti MTQ bukan karena ingin menang atau hadiah.

"Saya ikut MTQ semata mata karena niat regenerasu berdakwah dan berusaha membangkitkan semangat kaderisasi tahfiz," jelasnya.

Penulis Nevrianto Prasetyo | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved