Berita Malinau Terkini
Subsidi Ongkos Angkut di Malinau Berjalan, 2 Kecamatan Krayan Peroleh Jatah 78 Penerbangan
Subsidi ongkos angkut (SOA) melalui program jembatan udara (Jembara) ke dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Subsidi ongkos angkut (SOA) melalui program jembatan udara (Jembara) ke dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, awal tahun 2021 sudah berjalan.
Meski demikian, saat ini untuk SOA yang dianggarkan melalui APBN saja yang berjalan dengan pulang-pergi (PP) Tarakan-Krayan.
Diketahui, ada dua kecamatan di Krayan yang mendapat jatah 78 flight yaitu 52 flight Binuang, Krayan Tengah dan 26 flight untuk Long Layu, Krayan Selatan.
Sementara, SOA yang dianggarkan melalui APBD Nunukan dengan jumlah 15 flight, PP dari dan ke Nunukan-Krayan, belum berjalan.
Baca juga: Layani Rute Berau-Surabaya, Keberlanjutan Ekspansi Penerbangan Lion Air, Cek Harga Tiketnya
Baca juga: Jadwal Penerbangan Susi Air Kala Covid-19 di Kutai Barat, Rute Samarinda-Datah Dawai dan Kubar
"Untuk SOA yang dianggarkan melalui APBD Nunukan dengan jumlah 15 flight itu belum berjalan. Karena kemarin ada revisi anggarannya, sehingga masih menunggu perubahan nanti. Kalau sudah selesai baru bisa berjalan."
Hal itu disampaikan Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Syamsul Daris, kepada TribunKaltara.com, Selasa (9/3/2021), pukul 09.00 Wita.
Informasi yang dihimpun, daya angkut barang dalam satu kali flight sebanyak 1 ton.
Menurut pria yang akrab disapa Daris itu, SOA melalui APBN 2021 lebih besar dibanding APBD Nunukan, pasalnya APBD ke Binuang lebih kecil, sehingga perlu dukungan dari APBN.
Baca juga: Keselamatan Penerbangan Tetap Menjadi yang Terdepan, Ini Daftar Lengkap Maskapai Teraman di Dunia
"APBD ke Binuang itu kecil. Makanya harus ada support APBN. Kalau dari Binuang ke Long Layu jalan darat. Untuk sembakonya seperti minyak goreng, gula, tepung, ikan, ayam, dan lainnya," ucap Daris.
Dia berharap ke depan ini SOA melalui Jembara tersebut, menjadi rutinitas wajib dari Pemda Nunukan bahkan Pemerintah Pusat.
Mengingat wilayah Krayan sangat terpencil ditambah untuk mengaksesnya hanya bisa melalui pesawat terbang.
"Peningkatan SOA melalui Jembara ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.
Baca juga: NEWS VIDEO Akibat Mutasi Virus Corona Penerbangan Internasional akan Dibatasi
Lanjut Daris, hingga kini program SOA masih berperan penting bagi masyarakat di wilayah Krayan.
Pasalnya, masyarakat di wilayah Krayan hanya mengandalkan pasokan sembako dari tanah air.
Sementara itu, jalur perdagangan lintas batas dari Bakelalan di Serawak, Malaysia menuju ke Krayan, sempat dibuka. Namun hanya sekali, setelah ditutup total akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penerbangan-di-malinau_20180525_234429.jpg)