Sabtu, 18 April 2026

News Video

NEWS VIDEO 16 Pengikut Aliran Sesat Hakekok Bertaubat, dan Minta Maaf, 3 Anak Diberi Trauma Healing

Sebanyak 16 pengikut aliran sesat Hakekok Balakasuta dikabarkan kini tengah bertaubat.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 16 pengikut aliran sesat Hakekok Balakasuta dikabarkan kini tengah bertaubat.

Mereka dibina dan dibimbing tokoh Agama Islam KH Abuya Muhtadi di Pondok Pesantren di Kecamatan Cidahu.

Beberapa diantaranya, ada yang menangis dan meminta maaf saat dipimpin bertaubat oleh Abuya Muhtadi.

Dikutip dari TribunBanten, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Suwarno menuturkan, para pengikut aliran Hakekok kini sudah di bawa ke pondok pesantren.

Baca juga: BUAT GEGER! Video Penampakan Lokasi Mandi Bersama Tanpa Busana Ajaran Hakekok Balakasuta Pandeglang

Saat dibimbing untuk bertaubat, beberapa di antaranya menangis saat bertaubat.

Suwarno mengungkapkan, 16 pengikut mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Pandeglang atas tindakan menyimpang yang dilakukan.

Menurut Suwarno, para anggota Hakekok itu masih harus dibina dan dibimbing.

Upaya itu dilakukan agar ke depan tidak ada lagi provokasi dan ajaran yang menyimpang masuk akibat kurangnya pemahaman.

Baca juga: NEWS VIDEO Ajaran Sesat Hakekok: Ibadah Cukup dengan Niat hingga Hubungan Intim Halal Tanpa Menikah

Suwarno berharap, para anggota aliran Hakekok secepat mungkin dapat kembali ke ajaran islam seperti semula melalui pembinaan yang dilakukan secara terus menerus.

Aliran Hakekok yang dibawa oleh Abah Arya (52) warga Bogor, Jawa Barat.

Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana menyebut, pihaknya akan memberikan trauma healing kepada anak-anak yang menjadi pengikut aliran Hakekok.

Dari 16 pengikut, diketahui 3 di antaranya adalah anak-anak yang ikut ritual mandi bersama.

Mereka diketahui telah melakukan ritual mandi bersama di sebuah penampungan air di area kebun sawit milik PT Globallindo Agro Lestari (GAL).

Baca juga: Kelompok Hakekok di Pandeglang Mandi Bersama, Dipercaya Bisa Hapus Dosa

"Kita berikan trauma healing itu agar anak-anak yang ditahan ini tidak terpengaruh oleh ajaran sesat tersebut. Dan juga memberikan treatmen pemahaman agama," ujar Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana di Mapolres Pandeglang, Senin (15/3/2021).

Riky menjelaskan, dari pemeriksaan diketahui ketiga orang anak tersebut ikut ritual mandi bersama karena diajak orangtuanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendalami ada tidaknya kejahatan seksual yang dialami oleh tiga anak tersebut.

"Memang banyak beredar terkait barang yang kami kami amankan seperti kondom, tapi pemeriksaan kami belum mengarah ke sana," tegasnya. (*)

Berita tentang News Video

Berita tentang Aliran Hakekok

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved