Mancanegara

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Prefektur Miyagi, Berpotensi Tsunami, KBRI Pantau Kondisi WN Indonesia

Gempa bumi dengan magnitudo 72, guncang Prefektur Miyagi, berpotensi terjadi tsunami, KBRI pantau kondisi Warga Negara Indonesia ( WNI ).

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gempa bumi di Miyagi, Sabtu (20/3/2021) jam 18.10 waktu Jepang berkekuatan Magnitude 7,2 getaran 5+. Gempa bumi dengan magnitudo 72, guncang Prefektur Miyagi, berpotensi terjadi tsunami, KBRI pantau kondisi Warga Negara Indonesia ( WNI ). 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Gempa bumi dengan magnitudo 72, guncang Prefektur Miyagi, berpotensi terjadi tsunami, KBRI pantau kondisi Warga Negara Indonesia ( WNI ).

Sabtu 20 Maret 2021 pukul 18.09 waktu setempat, gempa besar dengan intensitas seismik 5+ (plus) dan Magnitudo 7,2 terjadi di Miyagi, Jepang.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo  7,2 mengguncang lepas pantai Prefektur Miyagi dengan kedalaman 60 kilometer.

Menurut Badan Meteorological Jepang (Japan Meteorologi Agency-JMA) menginformasikan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.

Intensitas seismik 4 sampai ke Chiba dan Saitama serta sebagian Tokyo bagian utara dengan lama getaran sekitar 30 detik sore ini.

Tsunami bergerak cukup tinggi di daerah pesisir Prefektur Miyagi terutama Minami Sanriku, Kisennuma, dan Ishinomaki.

Masih belum diketahui dampak dari gempa dan tsunami kali ini.

Hingga jam 18.41 telah terjadi gempa susulan sebanyak lima kali.

Pemerintah telah mengaktifkan pusat manajemen krisis di kediaman resmi perdana menteri Yoshihide Suga, dan mengumpulkan informasi tentang situasi kerusakan dengan menghubungi kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah dan kepolisian.

Gempa bumi di Miyagi, Sabtu (20/3/2021) jam 18.10 waktu Jepang berkekuatan Magnitude 7,2 getaran 5+.
Gempa bumi di Miyagi, Sabtu (20/3/2021) jam 18.10 waktu Jepang berkekuatan Magnitude 7,2 getaran 5+. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Kondisi WNI

Duta Besar Republik Indonesia ( Dubes RI ) untuk Jepang Heri Akhmadi menjelaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI ) Tokyo melakukan pemantauan kondisi warga negara Indonesia di Prefektur Miyagi dan beberapa wilayah yang juga merasakan gempa. 

Baca juga: Dulu Tangkap Susno Duadji, Kini Budi Waseso Ungkap 2 Pembantu Jokowi Dalang di Balik Impor Beras

Baca juga: Pukuli Anak Buah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, Markas Pemuda Pancasila Rata, 2 Mobil Hancur

"KBRI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan WNI di wilayah tersebut untuk memonitor kondisi WNI.
Sampai saat ini KBRI masih mengumpulkan informasi baik melalui liputan awal media Jepang maupun informasi dari masyarakat," ujar Heri Akmadi dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (20/3/2021).

Heri Akhmadi menghimbau kepada WNI yang bermukim di Jepang khususnya di Prefektur Miyagi agar segera melapor kepada KBRI Tokyo melalui layanan telepon hotline jika dalam keadaan darurat terkait gempa.

"Kepada WNI yang berada dalam kondisi darurat agar melapor ke hotline KBRI Tokyo.

Tetap tenang dan ikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat," lanjut Heri Akhmadi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved