Pesona Borneo
Jalan-jalan ke Balikpapan tak Cuma ke Pantai, Yuk Belajar Seni Membatik di Perajin Batik Shaho
Jalan-jalan ke Balikpapan tak Cuma ke Pantai, Yuk Belajar Seni Membatik di Perajin Batik Shaho
Penulis: Cahyo Adi Widananto |
Asal Mula Shaho
Pulau Kalimantan terdiri dari beraneka ragam kebudayaan dan kelebihannya.
Seperti halnya di Balikpapan, berbicara mengenai kebudayaan kota yang terkenal akan minyaknya ini ternyata menyimpan suatu tempat yang dapat mengajarkan kita nilai budaya yang tinggi.
Tempat tersebut adalah Batik Shaho. Berbincang langsung dengan sang owner terkait Batik Shaho, Supartono menjelaskan sebelum menjadi sebuah usaha batik, nama anak-anaknya sempat menjadi merek makanan ringan kala itu.
"Sebelum batik, istri saya suka bikin makanan ringan dan dikasih nama AHO yang berarti singkatan dari Ardi, Hendri, Oki," ucapnya.
Masih Supartono, seiring berjalannya waktu karena seringnya kursus batik di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi maka ditanyalah saat itu mau dikasih merek apa batiknya.
"Karena sekeluraga berkecimpung termasuk saya dan istri akhirnya dilengkapi saja namanya menjadi Shaho," tambahnya.
Alhasil usahnya dalam dunia membatik ia tekuni bersama keluarganya sejak tahun 1994. Naasnya dua tahun ditekuninya, musibahpun melanda workshop dari Batik Shaho.
Ya, workshop semipermanen tersebut dilahap habis oleh sijago merah.
"Sempat terbakar habis pada tahun 1995 akhir, karena bangunanya juga masih kayu semua," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Tono tersebut tidak tinggal diam. Sekalipun pernah terbakar, Batik Shaho mampu kembali bangkit. Bahkan di tengah badai krisis moneter yang terjadi di tahun 1998, Shaho mampu bertahan hingga sekarang.
“Krisis moneter 1998 kami sempat kehabisan tenaga. Saat itu adalah pelajaran penting, sehingga selama pandemi ini kami sudah tidak kaget, karena sempat mengalami hal serupa pada tahun 1998,” kata Supratono.
Tono mengatakan, hidup itu harus seimbang artinya tidak hanya saja berusaha melainkan harus terus ingat dan berkomunikasi dengan sang pencipta.

Ia percaya kendati diterpa pada situasi yang bisa dikatakan sedang sulit ini, sang pencipta tidak akan salah dalam memberikan rezeki.
Disinggung mengenai kondisi saat sekarang, ia tidak memungkiri penurunan orderan memang terjadi.
Beberapa mitranya khususnya beberapa sekolah di Balikpapan sudah tak sebanyak seperti sebelum pandemi. Kendati demikian ia berkata suatu permasalahan tidak akan pernah selesai dengan mengeluh. (*)