Breaking News:

Berita Nasional Terkini

PROFIL Budi Waseso, Dulu Tangkap Susno Duadji, Kini Ungkap 2 Menteri Jokowi Dalang Impor Beras

Budi Waseso kembali buat gempar publik, setelah dulu menangkap Komjen Susno Duadji, kini dia membeber dua dalang di balik impor beras

Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
PROFIL Budi Waseso, Dulu Tangkap Susno Duadji, Kini Ungkap 2 Menteri Jokowi Dalang Impor Beras 

Pensiun dari polisi, Budi Waseso ditunjuk Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno untuk menjadi Dirut Bulog.

Jabatan lain yang saat ini diemban Budi Waseso adalah Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ke-8 periode 2018-2023.

3. Harta Kekayaan Budi Waseso

Dari penelusuran Tribunnews.com di situs LHKPN milik KPK, tak tercatat harta kekayaan Budi Waseso.

Artinya, sejak menjabat sebagai Dirut Bulog, Budi Waseso belum pernah melaporkan harta kekayaannya sama sekali.

Bahkan saat menjabat sebagai Kabareskrim, Budi Waseso belum memenuhi kewajibannya mengisi LHKPN.

Ia mengaku sulit mengisi laporan tersebut.

Menurut dia, pengisian LHKPN perlu dilakukan secara hati-hati agar rincian laporan kekayaan dapat terhitung dengan baik.

"Tidak mudah, begitu sulitnya mengisi itu. Semua itu harus jujur, kalau tidak, itu namanya pembohongan publik," ujar Budi saat itu pada 2015, dikutip dari Kompas.com.

4. "Dicap" Kontra Pemberantasan Korupsi

Dikutip dari Kompas.com, pada 23 Januari 2015, anak buah Budi Waseso, Kombes Daniel Bolly Tifaona dan Kombes Victor Edison Simanjuntak menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto atas tuduhan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu pada sidang MK tahun 2010.

Bambang ditangkap seusai mengantarkan anak bungsunya ke sekolah.

Penangkapan Bambang adalah awal munculnya isu KPK versus Polri jilid III.

Pihak Bambang melaporkan penangkapan itu ke Komnas HAM yang berujung pada pemeriksaan Budi Waseso.

Budi Waseso juga dianggap sebagai aktor yang ingin melemahkan KPK dengan menjerat satu per satu komisionernya.

Selain Bambang, Polri juga menyidik Ketua KPK Abraham Samad dan salah satu penyidik KPK Novel Baswedan.

Abraham Samad dituduh memalsukan dokumen dan kasusnya ditangani Polda Sulselbar.

Sementara itu, kasus Abraham Samad di Bareskrim ialah penyalahgunaan wewenang lantaran dituduh bertemu dengan orang yang memiliki perkara.

Adapun kasus yang menjerat Novel Baswedan merupakan kasus lama yang sempat mencuat tahun 2012.

Ia dituduh menganiaya hingga mengakibatkan seorang tersangka meninggal dunia.

Saat peristiwa terjadi, Novel Baswedan menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polda Bengkulu.

Di bawah kepemimpinan Budi, Bareskrim juga menangani kasus yang menjerat aktivis antikorupsi, antara lain Denny Indrayana dan dua aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo serta Emerson Yuntho.

5. Beberkan Perintah 2 Menteri Jokowi

Kini, Budi Waseso menjadi sorotan setelah mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengimpor beras.

Klaim pemerintah, impor terpaksa dilakukan untuk menjaga stok beras nasional.

Perintah impor beras ini datang dari Mendag Muhammad Lutfi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.

Ide untuk mengimpor beras tersebut lantas menuai kritik dari berbagai kalangan.

Budi Waseso mengatakan, isu mengenai keputusan pemerintah untuk impor beras sebanyak 1 juta ton mulai memberi tekanan terhadap harga gabah petani.

Baca juga: Mahfd MD Puji Sikap Kabulog Budi Waseso Terkait Impor Beras, Tegas dan Pro Rakyat

Baca juga: Ini Kronologi Saling Tuding Impor Beras antara Direktur Bulog Buwas dan Mendag Enggartiasto

Sebab, hal itu diketahui saat memasuki masa panen raya pertama tahun ini yang berlangsung sepanjang Maret-April 2021.

"Ini ada panen, berarti ada benturan produksi dalam negeri dengan impor."

"Ini baru diumumkan saja sekarang dampaknya di lapangan harga di petani sudah drop," ujar dia.

Budi Waseso juga menyebutkan, impor beras bakal jadi beban buat Perum Bulog.

Sebab, Bulog masih menyimpan stok beras sisa impor lalu, bahkan kini kualitasnya semakin mengkhawatirkan karena lama menumpuk di gudang. (*)

Berita Nasional Terkini Lainnya
Berita Seputar Impor Beras Lainnya
Editor: Christoper Desmawangga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved