Breaking News:

Pesona Borneo

Mentawir Penajam Paser Utara jadi Desa Wisata Satu-satunya di Kalimantan Timur

Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih menjadi salah satu destinasi desa wisata

TRIBUNKALTIM.CO
Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih menjadi salah satu destinasi desa wisata. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih menjadi salah satu destinasi desa wisata.

Destinasi Desa Wisata sendiri merupakan gagasan atau program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bekerjasama dengan Masyarakat Sadar Wisata (Masata) dan juga pihak terkait.

Desa Mentawir terpilih menjadi satu-satunya desa yang ada di Kalimantan Timur sebagai desa wisata bersama dengan 244 desa wisata lainnya yang ada di Indonesia.

Baca juga: Disdukcapil PPU Jadwalkan Pelayanan Keliling di Kelurahan Mentawir Sepaku

Baca juga: Anggota DPRD PPU Dapil Sepaku Gelar Reses di Mentawir, Banyak Potensi Perekonomian Bisa Digali

Hal itu dikatakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Komisi III, Muhammad Bijak.

"Mentawir itu luar biasa ya, jadi kemarin saya dapat informasi dari masyarakat sadar wisata. masata ini semacam underbow dinas Pariwisata, yang memang dibentuk langsung pusatnya itu di Kemenparekraf itu menunjung ada 244 desa wisata seluruh Indonesia. Salah satunya Mentawir, dan ini juga merupakan satu-satunya desa wisata," kata Bijak, Senin (22/3/2021).

Sebab, Mentawir terbukti memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, seperti Mangrove yang masih terjaga, destinasi arum jeram serta masyarakat setempat memiliki kreativitas yang luar biasa, seperti mencipta produk dengan bambu serta dapat mengolah makanan dari buah mangrove.

"masyarakat nya disana tidak hanya serta merta mengandalkan spot di satu saja, tetapi mereka juga mencoba membangun kerajinan bambu itu dibentuk macam macam, kemudian olahan magrove, itu tanpa bantuan dari pemerintah" kata Bijak.

Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Kemarin, Sejumlah Wilayah di Kelurahan Mentawir PPU Diterjang Banjir

Lanjut Bijak, dengan potenasi yang sudah dimiliki desa Mentawor, masyarakat setempat perlu dibina lebih serius lagi kedepan. Sebab, masyarakat setempat telah serius menggeluti destinasi wisata tersebut.

"Karena saya pikir kualitas sangat bagus, mereka juga sudah memasarkans secara online, (Kerajinan) mereka sudah ada Instagram, dan terdaftar di shopepe dan Tokopedia, hanya saja memang kapasitas produksi terbatas karena tenaga nya sedikit. Hararapmnya kedepan harus dibina lebih serius lagi," ujarnya.

Mulai Giatkan Pokdarwis

Halaman
123
Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved