Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Program 10 Ha Lahan Kering Tiap Kampung di Mahulu, Bupati: Ini Upaya Bangun Ketahanan Pangan 

Program ini dibuat untuk meningkatkan ketahanan pangan yang merupakan kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

HUMASKAB MAHULU
Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh memimpin rapat koordinasi dan sinkronisasi proses persiapan serta pengelolaan penggunaan lahan kering 10 hektare setiap kampung di Ruang Rapat Bappelitbangda, Selasa (16/3/2021). Rapat dihadiri Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun dan Sekda Stephanus Madang. 

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh SH memimpin rapat koordinasi (rakor) dan sinkronisasi proses persiapan serta pengelolaan penggunaan lahan kering 10 hektare setiap kampung yang berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda. Selasa (16/3/2021).

Turut hadir Wakil Bupati Mahulu Drs. Yohanes Avun, M.Si, dan Sekretaris Daerah Dr. Stephanus Madang,S.Sos,MM. Rakor ini dalam rangka program pembangunan ketahanan pangan melalui lahan kering menuju swasembada pangan, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK).

Dalam arahannya, Bupati Bonifasius Belawan Geh,SH mengatakan, program pembangunan ketahanan pangan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menjaga dan mempertahankan kearifan lokal budaya masyarakat.

“Program ini dibuat tujuannya untuk meningkatkan ketahanan pangan yang merupakan kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Selain itu untuk peningkatan ekonomi, dan juga sesuai kearifan lokal di sini rata-rata masyarakat bertani lahan kering. Program ini mempertahankan sistem pertanian tradisional yang beregenerasi sampai sekarang masih diterapkan,”lanjut Bupati.

Ditambahkan Bupati, dengan mempertahankan sistem pertanian tradisional juga perlu ditambah dengan sentuhan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasilnya. Melalui 10 Program Aksi Bupati dan Wakil Bupati, khususnya pada point 8 meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengembangkan bantuan permodalan, penerapan manajemen teknologi pertanian berbasis kerakyatan dan berwawasan lingkungan, pemerintah tak hanya memberikan modal namun juga membimbing para petani.

Bupati berharap kerjasama dan sinergitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam mendorong program aksi prioritas.

“Saya minta kerjasama yang baik, siapkan program kerjanya, program sudah ada, program kerja tahunannya apa yang dikerjakan tahun ini dan tahun berikutnya supaya benar-benar targetnya disusun dengan baik, berbagi tugas pasti program kita akan berhasil,” ujar Bupati Bonifasius, optimistis.

Disampaikan Kepala DPMK Damianus Tamha SE, rakor bertujuan membahas proses penyiapan dan pengelolaan lahan kering seluas 10 hektare, dan sebagai bahan masukan tindak lanjut yang akan dilakukan kedepannya mendorong modernisasi pertanian di Mahulu.

“Ini salah satu program yang terbaru di Kalimantan Timur. Hanya ada di Mahulu. Artinya, kalau ini berhasil kemungkinan besar banyak yang akan tertarik dengan program unggulan ini. Jadi, kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik,” tutur Kadis DPMK.

Turut hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Humas Ir. Dodit Agus Riyono,MP, Asisten Bidang Sosial Ekonomi dan Pembangunan E. Tek Hen Yohanes,S.Pd, Inspektur Inspektorat Budi Gunarjo Ompusunggu, Kepala Dinas PUPR Yohanes Andi Abeh,S.Sos,M.Si, Kepala DKPP Saripudin,SE, Sekretaris LH Camat Long Bagun Yason Liah,S.Hut,MP. (advertorial//hms11/2/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved