Sabtu, 18 April 2026

Berita Kutim Terkini

Debit Air Sungai Masabang Kutim Meninggi, Warga Khawatir Terjadi Banjir

Cuaca penghujan beberapa minggu terakhir meningkatkan volume air di sungai di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Air Sungai Masabang, Kutai Timur mulai meninggi akibat cuaca hujan dan arus kiriman dari hulu sungai.TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Cuaca penghujan beberapa minggu terakhir meningkatkan volume air di sungai di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Air Sungai Masabang yang menjadi akses penyeberangan masyarakat ke pasar Sangatta Selatan terlihat meninggi.

Hal tersebut membuat penduduk yang bermukim di sekitar sungai merasa khawatir akan terjadinya banjir.

Baca juga: Kutai Timur Ada 60 Persen Lahan Hijau, Pemkab Kutim Minta Perusahaan Harus Punya Hutan Konservasi

Baca juga: Syarat Penerima Vaksin dan Penyintas Covid-19 untuk Donor Darah, PMI Kutim Ingatkan Tiada Khawatir

Niar, salah seorang warga yang bermukim di pinggir Sungai Masabang mengaku banjir menjadi bencana rutin tahunan di wilayah itu.

"Tiap tahun, kalau musim hujan pasti meluap air sungai," ujarnya, Minggu (28/3/2021).

Tinggi banjir yang terjadi tahun lalu bahkan hingga merendam rumahnya setinggi 1,5 meter.

Baca juga: Bupati Kutim Wajibkan Perusahaan Terkoneksi dengan Disnakertrans dalam Perekrutan Tenaga Kerja Lokal

Ditambah lagi dengan arus yang deras dari hulu sungai membuat warga semakin khawatir apabila banjir kembali terjadi.

"Ya semoga jangan banjir lagi," ucapnya pada tribunkaltim.co.

Ia mengaku sudah melakukan antisipasi apabila banjir sewaktu-waktu terjadi.

Tidak hanya warga setempat, angkutan penyeberangan sungai atau yang biasa disebut ponton juga mengeluhkan meningginya debit air.

Baca juga: Folder Ilham Maulana di Sangatta Kutim Jadi Spot Mancing Gratis Bareng Keluarga

Hanya 4 dari 7 ponton yang bisa beroperasi sebab tingginya air dan derasnya arus sungai membuat ponton kesulitan menyeberang.

"Takut hanyut," ucap salah satu pengemudi ponton. (*)

Berita tentang Kutim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved