Berita Balikpapan Terkini

Volume Limbah Medis Meningkat, Balikpapan Catat 2,3 Ton Selama Pandemi

Timbunan limbah medis di Balikpapan dari awal Covid-19 hingga Desember 2020, mencapai 2.35 ton.

TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Ilustrasi tempat sampah infeksius guna menampung limbah medis B3 berbahaya sekali pakai, TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Timbunan limbah medis di Balikpapan dari awal Covid-19 hingga Desember 2020, mencapai 2.35 ton.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty menuturkan, anggaran yang dikeluarkan pun mencapai Rp 176 juta.

Baca juga: Sejak Pandemi Covid-19 di Kukar, Limbah Medis Meningkat, Rumah Sakit dan Puskesmas Keluar Anggaran

“Dari anggaran itu, dibagi Rp 75 ribu. Karena perkilonya segitu. Kalau sekarang sudah 744 kg dari bulan Januari sampai Maret 2021,” ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Situasi pandemi selama satu tahun terakhir, memang menimbulkan peningkatan volume limbah medis sekali pakai.

Baik yang dihasilkan oleh rumah tangga dan rumah sakit.

Peningkatan limbah medis ini pun menjadi masalah serius.

Baca juga: NEWS VIDEO Limbah Medis Diduga Bekas Covid-19 Dibuang di Pinggir Jalan di Bogor

Sejauh ini, kata wanita yang kerap disapa Dio itu, jumlah limbah medis di Balikpapan masih dalam batas wajar.

Meskipun jumlah limbah medis dinyatakan meningkat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

“Masih wajar. Kami tidak tahu data daerah lain, jadi tidak bisa membandingkan. Tapi jika dibandingkan sebelum Covid-19, tentu lebih banyak setelah Covid-19,” tuturnya.

Hal tersebut lantaran kasus di Balikpapan yang selalu tinggi, sehingga memberi kemungkinan limbah B3 lebih banyak.

Namun, ini telah diantisipasi dengan menyediakan safety box sesuai jenis limbah dan pengelolaan limbah berbahaya.

“Jadi sudah ada disediakan, seperti plastik kuning untuk masker,” imbuhnya.

Baca juga: Soal Limbah Medis Covid-19, Limbah Puskesmas di Kukar Dikelola Pihak Ketiga, RS Bisa Kucurkan Dana

Penggunaan safety box di lingkungan Kota Balikpapan, kata Dio, juga saat ini terus diperbanyak.

Sebab, ada tambahan limbah vaksinasi, seperti penggunaan jarum suntik yang semakin banyak dan botol bekas vaksin.

“Kami tambah, dan itu selalu ada dan disediakan di tempat pelayanan,” tuturnya. 

Berita tentang Balikpapan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved