Breaking News:

Teror di Mabes Polri

Bom Gereja Makassar & Teror Mabes Polri Punya Kemiripan, Pengamat Sebut Istana Negara Harus Waspada

Aksi teror bom bunuh diri Gereja Makassar dan baku tembak terduga teroris Mabes Polri punya kemiripan, pengamat sebut Istana Negara harus waspada.

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
Kolase Tribunkaltim.co
Pengamat Terorisme UI ingatkan Istana Negara waspada serangan teror. 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi teror bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar dan baku tembak terduga teroris Mabes Polri punya kemiripan.

Salah satu pengamat Terorisme asal Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib bahkan menyebut Istana Negara harus waspada.

Pasalnya, potensi pelaku teror melancarkan serangan beruntun masih terbuka lebar.

Ya, hanya dalam kurun waktu 4 hari saja dua aksi teror bikon heboh masyarakat Indonesia.

Pertama aksi bom bunuh diri pasangan suami istri Muh Lukman HS/Lukman (26) dan Yogi Sahfitri Fortuna (YSF) alias Dewi di pintu gerbang masuk Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021.

Kedua aksi teror ZA (26) yang nekat menerobos Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021.

Pada kedua aksi teror tersebut memiliki kemiripan, yakni merupakan aksi bunuh diri.

Kendati teror di Gereja Katedral Makassar menggunakan bom, sementara yang di Mabes Polri menggunakan senjata api.

Ya, pelaku teror yang juga mahasiswi berinisial ZA ini tinggal di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Ia terlibat baku tembak dengan polisi, sebelum tewas dilumpuhkan di Mabes Polri.

Baca juga: TERKUAK Wasiat Teroris Sebelum Serang Mabes Polri di IG & WA, Kapolri Listyo Sigit: Ada Bendera ISIS

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved