Kamis, 11 Juni 2026

Teror di Mabes Polri

TERKUAK Isi Map Kuning yang Dibawa ZA Serang Mabes Polri, Mantan Teroris Angkat Bicara

Aksi penyerangan yang dilakukan terduga teroris ZA menyedot perhatian publik, selain aksi nekatnya yang berujung kematian

Tayang:
Kompas TV
Terduga teroris yang beraksi di Mabes Polri pada Rabu sore 31 Maret 2021 

"Tetapi dari banyaknya yang beredar, terutama nama dan alamat, kalau enggak salah Jakarta Timur, ya. Jakarta Timur ini memang cukup rawan, cukup dipantau," singgung Sofyan.

Sofyan turut mengomentari senjata yang digunakan ZA untuk menyerang polisi, yakni airsoft gun.

Ia meyakini ZA sudah tahu nasibnya akan tewas saat menyerang Mabes Polri, tetapi pelaku tetap nekat.

"Dari senjata yang saya amati memang ini menggunakan air gun kaliber 4,5 yang menggunakan gas CO2 yang memang juga barang ini mudah didapatkan sebelumnya," ungkap Sofyan.

"Analisa saya perempuan ini sangat nekat. Dia yakin dia akan mati," lanjut dia.

"Ya, kita enggak tahu motivasinya apa. Nanti Mabes Polri mem-profiling pengajiannya ikut siapa, jaringannya ikut siapa, nanti akan ketahuan berapa jauh militansi dan sebagainya," tandasnya.

Sementara itu, aksi terorisme di Indonesia, seakan semakin menjadi ancaman.

Tak kala, korban masyarakat sipil pun kerap dilukai.

Dalam kurun sepekan terakhir, dua kali terjadi aksi teror di Indonesia.

Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri.

Tiga nyawa melayang atas insiden ini.

Ketiganya adalah pelaku itu sendiri.

Sebenarnya, aksi teroris ini dapat dikategorikan sebagai pemahaman di jalan kesesatan.

Menurut Ali Imron, terpidana seumur hidup, kasus bom bali mengatakan, hanya butuh waktu 2 jam bagi dirinya untuk membuat seseorang terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi bunuh diri.

Bahkan, Ali Imron menyatakan, anak muda paling mudah menjadi teroris.

Saat ini, pelaku bom bunuh diri di Makassar, Lukman dan Yogi Safitri Fortuna adalah berasal dari kalangan anak muda yang menjadi Teroris Milenial.

Kemudian, aksi teror di Mabes Polri adalah remaja perempuan, Zakiah Aini.

Ali Imron menyampaikan itu dalam wawancara eksklusif dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosianna Silalahi.

Ali Imron membongkar dasar seseorang menjadi teroris adalah jihad fisabilillah.

“Saya ikut pelatihan militer bertahun-tahun di Afganistan adalah dasar jihad,” ujarnya yang dikutip Tribun Timur melalui YouTube Kompas TV dengan judul Hanya Butuh Waktu 2 Jam Untuk Jadi Teroris, Kamis (1/4/2021).

Wawancara Rosianna Silalahi dengan Ali Imron berlangsung 2017 lalu.

Rosianna Silalahi menyampaikan ada 9 persen orang simpati dengan ISIS.

Ali Imron menyampaikan orang punya pemahaman teroris akan terus melakukan gerakan.

“Istilah radikal, ekstrimisis, dan teroris, kalau teroris itu melakukan aksi radikal,” katanya.

Menurutnya, menghadapi aksi terorisme tidak bisa hanya di elite.

Menurut Ali Imron, kaum Milenial Rentan, Cukup 2 Jam Cuci Otak untuk Jadi Teroris

Butuh kerjasama di semua lapisan masyarakat.

Ali Imron mengatakan, anak remaja paling mudah dipahamkan menjadi terorisme.

“Saya hanya butuh 2 jam hingga mereka bisa bunuh diri, saya sampaikan jihad, keutamaan jihad dan hasil jihad adalah mati syahid,” katanya.

Baca juga: Kapolresta Samarinda Cek Kesiapan Personel, Pastikan Perayaan Paskah Bebas Ancaman Terorisme

Baca juga: Suka Aksi Heroik, Anggota Polri Ini Bergabung dengan Kelompok Teroris, Kena Cuci Otak Tentang Jihad

Menurutnya, orang yang ikut dengan ISIS mayoritas punya basic jihad.

“Basic dalam alquraan dan sunnah, kita poles. Kita belokkan,” katanya.

Ali Imron sudah khawatir umat Islam akan ikut ISIS.

Ali Imron mengakui sangat dirugikan setelah melakukan aksi bom Bali 2002.

"Saya merasa dirugikan, karena orang Islam dan luar Islam phobia dengan jihad. Padahal Jihad itu adalah menjaga nyawa manusia," katanya. (*)

Berita Nasional Terkini Lainnya
Berita Seputar Teror di Mabes Polri
Editor: Christoper Desmawangga
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved