Berita Nasional Terkini
Arab Saudi Sudah Beri Izin Umrah Mulai Awal Ramadhan 2021, Inilah Syarat Jamaah yang Diperbolehkan
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai bulan Ramadhan.
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar gembira bagi umat muslim di seluruh dunia menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2021 ini.
Selama pandemi Covid-19, pemerintah Kerajaan Arab Saudi menutup pintu bagi jamaah yang ingin melakukan umrah.
Sementara itu pada musim haji tahun 2020 lalu, Arab Saudi juga melarang jamaah haji dari luar negaranya mengikuti ibadah haji.
Musim haji tahun 2020 hanya diperuntukkan bagi warga Arab Saudi dan warga asing yang berada di negara itu yang dibolehkan menunaikan ibadah haji.
Baca juga: Sasar Calon Jemaah Haji, Vaksinasi Covid-19 Digelar Bertahap, Prioritaskan Para Lansia
Baca juga: Masa Tunggu Haji di Kutai Timur Capai 30 Tahun, 5.267 Calon Jemaah Masuk dalam Daftar Tunggu
Kini Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai bulan Ramadhan.
Kendati demikian, hanya orang yang sudah divaksin Covid-19 yang akan diizinkan melakukan umrah dari awal Ramadhan.

Hal itu disampaikan oleh otoritas Arab Saudi, Senin (5/4/2021).
Dalam pernyataannya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menerangkan tiga kategori orang akan dianggap telah divaksin.
Baca juga: Peminat Ibadah Haji Menyusut 50%, Kemenag Balikpapan Catat Sekitar 1.000 Pendaftar selama Pandemi
Baca juga: Jemaah Calon Haji Jalani Vaksinasi Covid Meski Jadwal Belum Pasti, Ini Penjelasan Kemenag Balikpapan
Pertama, mereka yang telah menerima dua dosis vaksin.
Kedua, mereka yang diberikan dosis tunggal setidaknya 14 hari sebelumnya.
Terakhir adalah orang-orang yang telah pulih dari infeksi Covid-19.
Hanya orang-orang itu yang berhak mendapatkan izin umrah, serta menghadiri shalat di Masjidil Haram di kota suci Mekkah.
Kebijakan tersebut secara efektif akan meningkatkan kapasitas operasional Masjidil Haram selama bulan Ramadhan.
Kondisi itu juga berlaku untuk masuk ke Masjid Nabawi di kota suci Madinah.
Perampingan jumlah Haji
Pengumuman itu muncul setelah Raja Salman mengganti Menteri Haji bulan lalu.
Tepatnya kurang dari setahun setelah kerajaan menjadi tuan rumah haji dengan jumlah jamaah terkecil dalam sejarah modern, akibat pandemi.
Mohammad Benten dibebastugaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Essam bin Saeed, menurut keputusan kerajaan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency (SPA) melansir AFP.
Pada akhir Juli tahun lalu, kerajaan itu menyelenggarakan haji dengan jumlah yang dirampingkan.
Hanya setidaknya 10.000 warga Muslim Arab Saudi sendiri, yang diizinkan untuk ambil bagian. Jumlahnya jauh dari 2,5 juta umat Muslim dari seluruh dunia yang berpartisipasi pada 2019.
Tidak jelas berapa banyak jemaah yang diizinkan untuk haji tahun ini.
Menurut surat kabar Okaz yang pro-pemerintah, hanya peziarah yang divaksinasi yang akan diizinkan tahun ini.
Dalam relaksasi pembatasan virus corona Oktober lalu, Arab Saudi membuka Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, dan sebagian melanjutkan umrah.
Pihak berwenang mengatakan umrah akan diizinkan untuk kembali ke kapasitas penuh setelah ancaman pandemi mereda.
Mekkah dan Madinah, dua situs paling suci umat Islam, dipandang sebagai sumber legitimasi politik kerajaan Arab Saudi yang paling kuat.
Situs-situs suci ini juga merupakan sumber pendapatan utama bagi kerajaan, yang ekonominya saat ini juga terdampak parah pandemi.
Jemaah Haji divaksin meski jadwal belum pasti, ini penjelasan Kemenag
Sebanyak 530 jemaah calon haji asal Kota Balikpapan menjalani proses vaksinasi covid-19 pada hari ini, Minggu (21/3/2021), sebagai salah satu syarat ibadah haji di tengah pandemi.
Dimana dari ratusan calon tersebut merupakan jemaah berstatus jemaah haji reguler.
Meski kini tengah menjalani vaksinasi, jadwal keberangkatan rupanya masih belum ada kepastian, utamanya dari pihak Pemerintah Saudi Arabia.
Sehingga untuk saat ini, sekian calon jemaah ini masih dalam tahap persiapan sambil menunggu sinyal dari pihak yang mengelola lokasi ibadah haji.
"Jadi belum ada kepastian. Dari Arab Saudi sendiri belum ada instruksi. Insyaallah dalam waktu dekat lah," ucap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Johan Marpaung, Minggu (21/3/2021).
Lanjut Johan, kini tahap nya sendiri masih dalam persiapan. Rincinya seperti proses pengumpulan passport calon jemaah.
Jamaahnya sendiri telah dikumpulkan dan didata. Dimana nantinya, kata Johan, akan dikirimkan ke Kanwil Kaltim di Samarinda yang kini pihaknya masih menunggu proses tersebut.
Kesiapan Pemerintah Saudi Arabia belum pasti. Bahkan Johan membeberkan bahwa bukan tak mungkin akan mengurangi separuh kuota calon jemaah haji yang berangkat jika nantinya ada instruksi khusus.
Sehingga kini, pihak Kemenag Balikpapan hanya bisa sebatas mempersiapkan persyaratan keberangkatan jika ternyata bisa diberangkatkan seluruhnya, yakni 530 orang tersebut.
"Kita siapkan, kalau-kalau nanti dari Pemerintah Saudi Arabia sudah memberikan lampu hijau, insyaallah calon bisa berangkat semua," tuturnya.
(*)