Breaking News:

Berita tentang Balikpapan

Regulasi Lintas Industri Dibutuhkan, Persiapan Pengembangan Digitalisasi Ekonomi

Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional, melalui pengembangan infrastruktur sistem pembayaran ritel

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional, melalui pengembangan infrastruktur sistem pembayaran ritel seketika (real time) dan tersedia sepanjang waktu.

Menurut Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo, di balik digitalisasi sistem pembayaran nasional akan selalu dibarengi ancaman.

Salah satunya cyber fraud atau kejahatan siber.

Baca Juga: Bank Indonesia Siapkan Teknologi Cegah Cyber Fraud

Baca Juga: E-Commerce Naik 33 Persen Tahun Ini, Begini Penjelasan Gubernur Bank Indonesia

"Ancaman risiko cyber fraud yang semakin meningkat dibutuhkan regulasi lintas industri. Mulai dari perbankan, fintech, penegak hukum, serta industri telekomunikasi yang sangat esensial," terangnya secara daring, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, layanan pembayaran digital menggunakan otentifikasi berbasis nomor handphone.

Hal ini butuh penanganan lintas industri agar ada antisipasi dini dan respons cepat bila terjadi kasus.

Apabila sudah ada teknologi untuk identifikasi dini serangan cyber fraud dari sektor telekomunikasi untuk mengantisipasi serangan.

Baca Juga: Bank Indonesia Akan Luncurkan Fast Payment Segmen Pembayaran Ritel

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved