Berita Paser Terkini
Enam Hari Hilang, Warga Desa Pondong Ditemukan tak Bernyawa di Rawa-rawa, Diduga Diterkam Buaya
Proses pencarian salah satu warga yang ada di Desa Pondong, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser akhirnya membuahkan hasil.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Proses pencarian salah satu warga yang ada di Desa Pondong, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser akhirnya membuahkan hasil.
Diketahui, korban bernama Muktar (45) yang kesehariannya sebagai petani tambak, dikabarkan menghilang sejak 6 hari yang lalu tepatnya pada Senin, (5/4/2021).
Dari pengakuan salah satu keluarganya H. Hamzah, korban pergi mencari kepiting di malam hari lalu beberapa saat kemudian Ia pulang menukar senter dan kembali melanjutkan aktifitasnya.
Baca Juga: Buaya Berukuran Besar di Sungai Kapih Samarinda Belum Tertangkap, Disdamkar Pantau Aliran Sungai
Baca Juga: Sudah tak Bernyawa, Bocah SD di Bengalon Ditemukan Masih Utuh dalam Perut Buaya
"Korban pergi menukar senter ke anaknya, lalu kembali melanjutkan mencari kepiting itu kisaran menjelang fajar, namun tidak kunjung pulang," terang Hamzah saat ditemui di Pelabuhan Pondong. Sabtu, (10/4/2021) Sore.
Namun pada saat itu, keluarga tidak langsung melaporkan atas hilangnya Muktar ke pihak yang berwajib.
Sementara itu, dari keterangan Kapospol KPPP Pondong AIPDA Muhammad Saleh mengatakan, pada Selasa, (6/4/2021) ada salah satu warga yang diduga diterkam buaya.
Berbekal dari laporan tersebut, tim gabungan dari TNI/POLRI, maupun BPBD langsung mendatangi tempat kejadian.
Baca Juga: Diburu Polisi, Seorang Maling yang Sembunyi di Sungai Malah Diterkam Buaya, Akhirnya Serahkan Diri
Baca Juga: Buaya Sangatta Terkam Seorang Bocah saat Mandi di Tepi Sungai Tempakul Bengalon
"Setibanya di TKP (Tempat Kejadian Perkara), kami menemukan peralatan korban, seperti senter, topi dan sebagainya, setelah itu kami bisa menduga bahwa korban laka kerja dan diduga diterkam buaya," terang Saleh.
Dari informasi yang Ia peroleh, saksi yang mengetahui kejadian mengatakan jika Ia masih bersama dengan korban pada jam 22:00 WITA dan berpisah pada jam 24:00 WITA.
"Jadi kita perkiran antara jam dua sampai jam 4 kejadiannya, korban yang diduga diterkam buaya," sambungnya.
AIBDA Muhammad Saleh menjelaskan, jika lokasi kejadian tersebut berada di dalam tambak, Sungai Tedung, RT/7, Desa Pondong Baru, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.
Ditempat yang sama, Marwan salah satu tim Rescue BPBD Paser menjelaskan, pihaknya baru menerima laporan sejak 2 hari setelah kejadian.
Tim gabungan dari TNI/POLRI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dibantu dengan warga setempat telah melakukan pencarian korban yang diduga diterkam buaya.
Baca Juga: Buaya yang Suka Serang Warga Selambai Lok Tuan Bontang, Ditangkap BKSDA Kaltim di Sarangnya
Baca Juga: DPRD Bontang Geram, Tuding Pemkot Tidak Mampu Mengatasi Ancaman Buaya di Selambai Lok Tuan
"Kita sudah melakukan pencararian korban selama 4 hari pencarian, sebenarnya kejadiannya sudah 6 hari dan Alhamdulillah hari ini ada hasil," terang Marwan.
Sekitar Pukul 14:00 Wita, BPBD mendapat laporan dari warga setempat bahwa korban telah ditemukan.
"Dari laporan warga, pak Muktar telah ditemukan namun warga tidak berani melakukan evakuasi, sehingga kami dari tim gabungan TNI/POLRI dan BPBD langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi," jelasnya.
Saat proses evakuasi berlangsung, tim gabungan melihat posisi korban tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Kita temukan di Tambak yang luasnya 17 hektare, dimana lokasinya tidak begitu jauh dari radius tempat dia hilang, dan kondisinya tidak utuh lagi," tandasnya.
Sebelumnya, tim gabungan yang mencari keberadaan korban telah melakukan penyusuran ke lokasi namu mengalami kesuiitan karena di tambak tersebut di penuhi air.
Untuk mempermudah pencarian, tambak tersebut terlebih dahulu dilakukan proses pengurasan air agar korban mudah ditemukan.
"Jadi, setelah tadi malam dikeringkan dan kebetulan tanggul sudah kelihatan, setelah masyarakat mencari keberadaan korban, Alhamdulillah ada hasil," kata Marwan.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, beberapa hari yang lalu tim gabungan telah melakukan penangkapan 2 ekor buaya namun kemudian kembali di lepas dikarenakan tidak ada indikasi korban berada didalam perut buaya.
"Jadi saat kita temukan, kondisi korban sudah lepas dari buaya dan disimpan di semak-semak yang jauh dari air, seperti rawa-rawa dengan kondisi yang mengenaskan," sambungnya.
Ada beberapa bagian tubuh korban yang hilang, diantaranya paha sebelah kanan dan lengan sebelah kanan. (*)